Depok — Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan penguatan arah kebijakan riset nasional yang berfokus pada dampak nyata dan kolaborasi lintas sektor dalam kegiatan diskusi Perkembangan Arah Kebijakan Riset dan Inovasi Terkini yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia di Depok, Rabu (06/05).
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk melakukan diseminasi kepada Wakil Rektor bidang Riset dan Inovasi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) mengenai upaya pembentukan konsorsium riset. Konsorsium tersebut diarahkan untuk menyelesaikan berbagai isu strategis nasional secara kolaboratif, dengan pendekatan yang tepat guna melalui metode, kerangka kerja, dan indikator yang terukur guna meningkatkan hilirisasi hasil riset perguruan tinggi.
Dalam paparannya, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Fauzan Adziman menyampaikan bahwa pendekatan konsorsium menjadi penting untuk menyatukan kekuatan perguruan tinggi dalam menjawab isu-isu strategis nasional. Dengan kolaborasi yang terarah serta penggunaan metode dan indikator yang tepat, hilirisasi hasil riset dapat berjalan lebih efektif.
Dari sisi pendanaan, pemerintah mendorong penguatan ekosistem riset melalui integrasi berbagai sumber pembiayaan, termasuk anggaran kementerian, dukungan lembaga riset, serta pemanfaatan dana abadi. Upaya ini dilakukan untuk memastikan keberlanjutan program sekaligus meningkatkan efektivitas pendanaan riset secara nasional.
Selain itu, arah kebijakan riset difokuskan pada pendekatan berbasis permasalahan, dengan prioritas pada isu-isu strategis seperti ketahanan pangan, perubahan iklim, dan kesehatan. Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan riset yang lebih relevan dan solutif.
“Riset harus berangkat dari permasalahan nyata sehingga hasilnya dapat diimplementasikan dan memberikan solusi yang jelas,” ujar Dirjen Fauzan.
Untuk mendukung hal tersebut, Ditjen Risbang mengembangkan platform riset yang dapat menghubungkan hasil penelitian dengan kebutuhan industri, serta memperluas pemanfaatan teknologi.
Pendekatan konsorsium riset menjadi salah satu strategi utama dalam memperkuat kolaborasi antar perguruan tinggi dan mitra industri. Melalui skema ini, riset diharapkan lebih terarah, terukur, dan memiliki peluang hilirisasi yang lebih tinggi.
Dalam konteks hilirisasi, transformasi hasil riset menuju produk dan inovasi yang siap dimanfaatkan terus diperkuat melalui kemitraan dengan industri, termasuk skema pendanaan bersama, serta penggunaan metode dan indikator untuk mengukur kesiapan dan pemanfaatan hasil riset.
“Kolaborasi, integrasi pendanaan, serta penggunaan kerangka kerja yang tepat akan mempercepat hilirisasi dan memastikan riset memberikan manfaat nyata,” tegas Dirjen Fauzan.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Indonesia serta perwakilan Wakil Rektor bidang akademik, riset, inovasi, kemahasiswaan, dan pengabdian kepada masyarakat. Forum ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam mendorong riset dan inovasi yang berdampak, relevan, dan berkelanjutan.





