Jakarta – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek)terus lakukan penguatan kolaborasi internasional. Salah satunya melalui penjajakan kerja sama strategis dengan Uni Emirat Arab (UEA) yang difokuskan pada pengembangan talenta digital, mobilitas akademik, serta penguatan riset dan inovasi.
Hal tersebut menjadi bahasan utama dalam audiensi antara Kemdiktisaintek dengan perwakilan Kedutaan Besar yang diterima oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie di kantor Kemdiktisaintek, Senin (9/3).
Wamen Stella menegaskan bahwa internasionalisasi pendidikan tinggi merupakan langkah penting dalam meningkatkan daya saing perguruan tinggi Indonesia di tingkat global.
“Kami ingin memperluas kehadiran mahasiswa internasional di Indonesia karena hal tersebut berperan penting dalam mendukung peningkatan reputasi dan posisi universitas pada pemeringkatan global,” ujar Wamen Stella.
Keberadaan mahasiswa internasional dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan reputasi perguruan tinggi sekaligus memperkuat posisi universitas Indonesia dalam berbagai pemeringkatan global.
“Kehadiran mahasiswa internasional juga memiliki arti penting dalam menghadirkan keberagaman serta memperkuat perspektif internasional di lingkungan perguruan tinggi. Dinamika tersebut turut mendorong institusi untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran,” lanjut Wamen Stella.
Sejalan dengan upaya tersebut, Kemdiktisaintek juga tengah menyiapkan inisiatif pembentukan Center for Foreign Students untuk memperkuat layanan, koordinasi, serta promosi pendidikan tinggi Indonesia bagi mahasiswa internasional. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik perguruan tinggi Indonesia sekaligus mendukung ekosistem internasionalisasi pendidikan tinggi yang lebih terintegrasi.
Selain membahas peningkatan mobilitas mahasiswa, pertemuan tersebut juga menyinggung rencana kunjungan mahasiswa dari UEAke Indonesia. Mahasiswa akan mengikuti kegiatan akademik serta kunjungan ke sejumlah perguruan tinggi di Indonesia untuk mengenal sistem pendidikan tinggi, budaya, dan peluang studi lanjutan.
Kedua pihak juga mendiskusikan peluang pengembangan kerja sama lain, seperti program double degree, kolaborasi riset bersama, serta pertukaran dosen antara perguruan tinggi di Indonesia dan Uni Emirat Arab. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem riset dan inovasi yang saling menguntungkan bagi kedua negara.
Menanggapi berbagai peluang kerja sama tersebut, Chargé d’Affaires Kedutaan Besar Uni Emirat Arab di Indonesia, Shaima Salem Alhebsi, menyampaikan apresiasi atas komitmen Indonesia dalam memperluas kerja sama di bidang pendidikan tinggi. UEA juga menyambut baik berbagai inisiatif yang dibahas dalam pertemuan tersebut, khususnya terkait penguatan mobilitas mahasiswa dan kolaborasi akademik.
Selain kerja sama pendidikan tinggi, pertemuan ini juga membahas potensi kolaborasi dalam pengembangan talenta digital melalui program 10 Million Coders yang diinisiasi oleh pemerintah Uni Emirat Arab. Program tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas generasi muda dalam bidang Artificial Intelligence (AI) dan coding, sebagai bagian dari upaya memperkuat transformasi digital dan ekonomi berbasis pengetahuan.
Melalui agenda dan kolaborasi ini Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kerja sama internasional dalam bidang pendidikan tinggi, riset, dan inovasi. Upaya ini sejalan dengan arah kebijakan ‘Diktisaintek Berdampak’, yang mendorong kontribusi nyata pendidikan tinggi dalam mendukung pembangunan nasional serta meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif




