Polije Kembangkan Teknologi Mikro-Nano Ozon untuk Tingkatkan Mutu Tuna Ekspor

Kampus Kita

14 Juli 2026 | 08.15 WIB

Polije Kembangkan Teknologi Mikro-Nano Ozon untuk Tingkatkan Mutu Tuna Ekspor

JEMBER – Politeknik Negeri Jember (Polije) mengembangkan inovasi teknologi pencucian ikan berbasis mikro-nano ozon untuk meningkatkan kualitas dan keamanan ikan tuna, sekaligus menjawab tantangan tingginya kadar histamin yang kerap menjadi penyebab penolakan produk ekspor Indonesia di pasar internasional.

Ketua Tim Peneliti Polije, Abi Bakri, menjelaskan bahwa teknologi tersebut dirancang untuk mengatasi kontaminasi bakteri pembentuk histamin yang sering muncul pada penanganan pascapanen ikan tuna. Selain efektif mengurangi kadar histamin, teknologi ini juga mampu menekan jumlah bakteri pembusuk sehingga kualitas ikan tetap terjaga.

“Teknologi mikro-nano ozon ini terbukti secara signifikan dapat mereduksi kandungan histamin. Alat ini juga efektif mendekontaminasi total bakteri pembusuk yang memengaruhi kualitas ikan,” ujar Abi.

Menurutnya, teknologi ini memanfaatkan gelembung gas berukuran mikro hingga nano yang memiliki luas permukaan lebih besar dibanding gelembung biasa. Karakteristik tersebut membuat ozon dapat bertahan lebih lama di dalam air sehingga bekerja lebih efektif dalam menghancurkan sel bakteri. Selain itu, teknologi ini ramah lingkungan karena residu ozon akan terurai kembali menjadi oksigen sehingga tidak meninggalkan zat berbahaya.

Abi mengungkapkan bahwa mesin pencuci berbasis mikro-nano ozon tersebut telah diterapkan pada mitra industri perikanan di Puger, Kabupaten Jember, yakni UD Mitra Jaya Bahari. Efektivitas teknologi ini juga telah diuji oleh Laboratorium Analisis Pangan Polije untuk memastikan kemampuannya dalam mempertahankan kesegaran ikan tuna.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa selain menekan kontaminasi bakteri, teknologi ini mampu menjaga warna daging ikan tetap cerah, mengurangi bau amis, serta memperpanjang masa simpan produk. Berbagai manfaat tersebut dinilai dapat meningkatkan daya saing produk perikanan Indonesia di pasar ekspor.

“Pelaku usaha yang berinvestasi pada teknologi keamanan pangan akan memperoleh keuntungan yang lebih besar. Langkah ini jauh lebih baik daripada menghadapi risiko penolakan produk di negara tujuan ekspor,” jelas Abi.

Ia menambahkan, penguatan hilirisasi inovasi di sektor perikanan membutuhkan kolaborasi yang erat antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku industri. Dukungan melalui regulasi, pendampingan, serta adopsi teknologi menjadi faktor penting dalam mendorong transformasi industri perikanan nasional menuju sistem produksi yang lebih modern dan berkelanjutan.

“Negara yang mampu menghasilkan produk perikanan berkualitas tinggi dan ramah lingkungan akan memiliki daya saing yang lebih kuat. Inovasi ini diharapkan menjadi salah satu keunggulan kompetitif Indonesia dalam perdagangan perikanan global,” pungkasnya.

Polije

Mikro-Nano Ozon

Tuna

/

5

Ulas Sekarang