Teknologi Tepat Guna Polbeng Sukses Tingkatkan Nilai Ekonomi Ikan Lomek di Desa Pambang Baru

Kampus Kita

17 December 2025 | 09.00 WIB

Teknologi Tepat Guna Polbeng Sukses Tingkatkan Nilai Ekonomi Ikan Lomek di Desa Pambang Baru

BENGKALIS – Inovasi dan teknologi tepat guna Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) telah berhasil meningkatkan nilai ekonomi ikan lomek di Desa Pambang Baru, Kecamatan Bantan. Keberhasilan ini dibuktikan dalam kegiatan monitoring program pengabdian masyarakat pada Selasa, 16 Desember 2025, yang menunjukkan peningkatan omzet mitra usaha hingga Rp550.000 berkat pengolahan ikan lomek menjadi bakso dan pempek.

 

Monitoring dilakukan secara langsung oleh Direktur Polbeng Johny Custer, didampingi Wakil Direktur I Bidang Akademik Romadhoni, Ketua P3M Syaiful Amri, serta Sekretaris P3M Larbiel Hadi. Adapun tim pengabdian kepada masyarakat diketuai oleh Budhi Santoso dengan anggota Reinaldi Teguh Setyawan dan Muhammad Asep Subandri, serta dibantu oleh dua mahasiswa.

 

Dalam pemaparannya, Budhi Santoso menjelaskan bahwa teknologi tepat guna yang diberikan Polbeng telah memungkinkan mitra usaha mengolah ikan lomek menjadi produk bernilai tambah, yaitu bakso dan pempek, dengan kapasitas produksi mencapai 5 kg per hari. "Kehadiran alat ini mampu meningkatkan omzet mitra usaha dari semula sekitar Rp300.000 menjadi Rp550.000," jelas Budhi.

 

Sebelumnya, kegiatan serah terima sejumlah alat produksi telah dilakukan pada awal Agustus 2025. Alat produksi yang diberikan antara lain dua unit kompor oli untuk mengolah ikan lomek secara lebih efisien dan higienis, dua unit cool box berkapasitas 220 liter guna menjaga kesegaran bahan baku saat transportasi dan penyimpanan, serta satu unit mesin penggiling untuk mempercepat proses pengolahan guna menghasilkan adonan bakso dan pempek.

 

Johny Custer menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan salah satu program unggulan Polbeng, yaitu "Polbeng Membangun Desa". Menurutnya, keberhasilan program pengabdian tidak dapat dicapai secara sepihak, melainkan memerlukan dukungan dan partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan pemerintah desa. "Program ini tidak dapat berjalan sendiri, namun membutuhkan dukungan aktif dari masyarakat dan pemerintah desa. Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini, tetapi dapat berkelanjutan agar dampaknya benar-benar dirasakan," ujar Johny.

 

Adi, perwakilan Koperasi Konsumen Agro Sejahtera Bersama selaku mitra usaha, menyampaikan apresiasi atas dukungan teknologi yang diberikan oleh Polbeng. Ia mengungkapkan bahwa ikan lomek yang sebelumnya sering terbuang dan menjadi limbah kini memiliki nilai ekonomi setelah diolah menjadi produk olahan. "Respon masyarakat sangat positif. Teknologi yang diberikan benar-benar bermanfaat karena mengubah ikan sisa tangkapan yang sebelumnya hanya menjadi limbah kini dapat diolah menjadi bakso dan pempek. Kami berharap Polbeng dapat memperluas kerja sama serupa agar lebih banyak UMKM di desa yang merasakan manfaatnya," kata Adi.

 

Melalui program pengabdian ini, Polbeng menunjukkan kontribusi nyata dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa melalui pemanfaatan inovasi teknologi tepat guna. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa dalam upaya pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.

DiktisaintekBerdampak

KampusBerdampak

Polbeng

Politeknik Negeri Bengkalis

TeknologiTepatGuna

/

5

Ulas Sekarang