SERANG – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) terus memperkuat tata kelola komunikasi kelembagaan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kehumasan dan Keprotokolan Kolaboratif Tahun 2026 dengan tema “Mengawal Regulasi Baru, Menyatukan Kementerian dan Universitas Wujudkan Diktisaintek Berdampak, Jawara Berdampak”.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (23/6/2026) di Ruang Multimedia Lantai 1 Gedung Rektorat Untirta Kampus Sindangsari ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), yaitu Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol Biro UHPBJ Kemdiktisaintek, Doddy Zulkifli Indra Atmaja, S.I.Kom., M.Si., serta Ketua Tim Protokol Kemdiktisaintek, M. Arifin Habibillah, S.Hum.
Bimtek tersebut turut dihadiri Rektor Untirta, Prof. Dr. Ir. Fatah Sulaiman, S.T., M.T., Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Prof. Dr.-Ing. Ir. Asep Ridwan, S.T., M.T., IPU., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Agus Sjafari, M.Si., jajaran pimpinan universitas, tenaga kependidikan, serta perwakilan mahasiswa.
Kepala Biro Perencanaan, Keuangan dan Umum (BPKU) Untirta, Tb. Bahtera Rohimudin, S.E., M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa humas dan protokol merupakan dua fungsi strategis yang harus berjalan selaras dalam membangun citra serta reputasi institusi.
“Protokol dan humas memiliki fungsi yang berbeda, namun harus berjalan beriringan. Protokol mengatur tata tempat, tata ruang, dan tata urutan, sedangkan humas berperan dalam publikasi serta penyebarluasan informasi kegiatan,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi kedua bidang tersebut menjadi fondasi penting dalam menghadirkan komunikasi kelembagaan yang efektif, profesional, dan berintegritas, sekaligus mendukung terwujudnya visi Jawara Berdampak yang sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Untirta, Prof. Dr.-Ing. Ir. Asep Ridwan, S.T., M.T., IPU., menekankan bahwa pemahaman mengenai kehumasan dan keprotokolan perlu dimiliki oleh seluruh unsur sivitas akademika, termasuk mahasiswa.
Ia menjelaskan bahwa mahasiswa juga memiliki peran dalam menjaga citra institusi, terutama ketika terlibat dalam berbagai kegiatan penerimaan tamu maupun agenda resmi universitas.
“Mahasiswa perlu memahami tata keprotokolan dan kehumasan karena sering menjadi bagian dari representasi institusi. Hal ini penting agar setiap kegiatan dapat berjalan profesional dan tidak menimbulkan kekeliruan yang berdampak pada citra universitas,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor Untirta Prof. Dr. Ir. Fatah Sulaiman, S.T., M.T., secara resmi membuka kegiatan sekaligus menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Bimtek sebagai langkah strategis dalam menyikapi perkembangan regulasi baru dari Kemdiktisaintek.
Menurutnya, fungsi humas dan protokol saat ini tidak lagi sebatas mendokumentasikan kegiatan, melainkan menjadi bagian penting dalam membangun narasi dan memperlihatkan kontribusi nyata perguruan tinggi kepada masyarakat.
“Humas sebagai etalase perguruan tinggi harus mampu menampilkan kontribusi nyata kampus, bukan hanya kegiatan seremonial,” tegasnya.
Rektor juga menekankan pentingnya menghadirkan narasi Diktisaintek Berdampak dalam setiap aktivitas komunikasi institusi. Menurutnya, humas harus mampu menjadi penghubung antara kebijakan, inovasi, dan dampak nyata yang dihasilkan perguruan tinggi.
Selain itu, ia mendorong optimalisasi pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI) dalam mendukung pengelolaan komunikasi kelembagaan, termasuk memperkuat strategi komunikasi krisis di era informasi yang bergerak cepat.
“Protokol dan humas harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta meminimalkan potensi krisis komunikasi,” tambahnya.
Melalui Bimtek Kehumasan dan Keprotokolan Kolaboratif Tahun 2026 ini, Untirta berkomitmen meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang komunikasi kelembagaan sekaligus memperkuat sinergi dengan Kemdiktisaintek.
Kegiatan ini diharapkan mampu menghadirkan tata kelola humas dan protokol yang semakin profesional serta memperkuat penyampaian pesan pendidikan tinggi yang berdampak bagi masyarakat, bangsa, dan negara.






