Karawang–Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mengajak mahasiswa baru Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) memanfaatkan masa kuliah sebagai momentum membangun kapasitas diri, serta mengembangkan kemampuan yang tidak dapat tergantikan oleh Artificial Intelligence (AI). Pesan tersebut disampaikan dalam kuliah umum kepada mahasiswa baru Unsika sebagai bekal menghadapi perubahan dunia kerja dan perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Dalam kesempatan tersebut, Wamendiktisaintek mengingatkan bahwa kesempatan menempuh pendidikan tinggi merupakan sebuah kesempatan yang hanya dapat dirasakan sebagian masyarakat Indonesia. Pemerintah, melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperluas akses pendidikan tinggi, salah satunya melalui investasi besar pada program beasiswa.
"Jangan lupa bahwa kalian diberikan kesempatan yang luar biasa di negara ini untuk bisa berkuliah, apalagi berkuliah di Unsika. Gunakanlah kesempatan ini sebaik-baiknya," tegas Wamen Stella.
Wamen Stella menuturkan bahwa perkembangan AI telah mengubah tatanan dunia kerja secara signifikan. Hal tersebut terlihat dari sejumlah pekerjaan bahkan telah mulai digantikan oleh AI sehingga mahasiswa perlu menyiapkan kompetensi yang melampaui kemampuan teknis semata. Karena itu, perguruan tinggi harus menghasilkan lulusan yang mampu berpikir kritis, beradaptasi, dan menciptakan nilai tambah yang tidak dapat direplikasi oleh teknologi.
Dalam paparannya, Wamendiktisaintek juga mengajak mahasiswa melihat perkembangan AI secara kritis. Selain membawa berbagai peluang, AI juga memiliki konsekuensi terhadap kebutuhan energi dan sumber daya yang sangat besar sehingga pemanfaatannya harus diarahkan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Wamen Stella menilai masyarakat perlu memahami perkembangan teknologi berdasarkan data, bukan semata persepsi atau euforia.
Lebih lanjut, Wamendiktisaintek menegaskan bahwa pendidikan tinggi tetap memiliki peran strategis di era AI, terdapat tiga fungsi utama yang harus diperkuat perguruan tinggi, yaitu menciptakan pengetahuan (creation of knowledge), mentransmisikan pengetahuan (transmission of knowledge), dan mengkurasi pengetahuan (curation of knowledge). Ketiga fungsi tersebut menjadi fondasi agar lulusan mampu menghadapi perubahan zaman.
"Resepnya ada tiga, yaitu creation of knowledge, transmission of knowledge, dan curation of knowledge. Kalau kalian berhasil melakukan ketiganya, saya yakin kalian akan terus maju dan tidak akan digantikan oleh artificial intelligence," ungkap Wamen Stella.
Kemdiktisaintek terus mendorong seluruh mahasiswa menjadikan masa studinya sebagai investasi terbaik dalam pengembangan diri. Pengetahuan sejati bukan sekadar kemampuan memperoleh informasi secara instan melalui teknologi, melainkan kemampuan memahami, menjelaskan, serta mengkurasi informasi menjadi wawasan yang bermanfaat bagi masyarakat. Karena itu, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi mampu memanfaatkan AI secara bijaksana untuk menghasilkan inovasi dan solusi bagi berbagai persoalan bangsa.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Kemdiktisaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif






