Wamendiktisaintek Ajak Perguruan Tinggi Menjadi Fondasi di Era Kecerdasan Artifisial

Kabar

24 Juni 2026 | 21.30 WIB

Wamendiktisaintek Ajak Perguruan Tinggi Menjadi Fondasi di Era Kecerdasan Artifisial

Tangerang-Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Chistie mengajak perguruan tinggi untuk mendefinisikan ulang perannya di tengah pesatnya perkembangan  kecerdasan artifisial (AI). Hal tersebut disampaikannya dalam Panel Discussion pada The Global Sustainable Development Congress 2026, Selasa (23/6).

Dalam paparannya, Wamen Stella menekankan bahwa perguruan tinggi, sains, dan teknologi merupakan fondasi penting bagi pembangunan nasional yang berkelanjutan serta peningkatan daya saing bangsa.

Saat ini, AI kerap diposisikan sebagai solusi atas berbagai persoalan, mulai dari kesehatan, sains, bisnis, hingga pendidikan. Namun, pemanfaatannya perlu disikapi secara bijaksana dan berbasis pertimbangan ilmiah, agar teknologi tersebut dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Wamendiktisaintek menyampaikan bahwa perkembangan AI mendorong perguruan tinggi untuk menemukan model dan cara kerja baru agar tetap relevan di tengah perubahan teknologi yang berlangsung cepat. Perguruan tinggi tidak mungkin mengabaikan kehadiran AI, tetapi juga tidak dapat membatasi seluruh perannya hanya pada teknologi tersebut. 


Di tengah disrupsi teknologi, perguruan tinggi tetap memiliki tiga fungsi utama, yakni menciptakan pengetahuan, mentransmisikan pengetahuan melalui pendidikan, dan mengelola pengetahuan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. Ketiga fungsi tersebut sejalan dengan pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.


Wamendiktisaintek juga menyoroti pentingnya mendefinisikan kembali tujuan pendidikan tinggi di era AI. Kemudahan memperoleh informasi melalui teknologi tidak mengurangi pentingnya peran universitas dalam membentuk kapasitas intelektual dan cara berpikir ilmiah.

Wamen Stella menambahkan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya berfokus pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga pada bagaimana pengetahuan diciptakan serta bagaimana sains dijalankan.

“Banyak hal yang saya pelajari bukan hanya tentang pengetahuan, tetapi bagaimana melakukan sains, bukan hanya apa yang diketahui, tetapi bagaimana melakukannya,” tutur Wamen Stella.


Menutup paparan, Wamendiktisaintek menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab yang lebih luas daripada sekadar menghasilkan kemajuan teknologi. Perguruan tinggi harus terus menjadi ruang untuk mengembangkan kapasitas intelektual, menjaga warisan pengetahuan dan peradaban, serta menumbuhkan budaya ilmiah yang memungkinkan generasi mendatang memahami, menciptakan, dan memanfaatkan pengetahuan bagi kemajuan masyarakat.


Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak


/

5

Ulas Sekarang