Wamendiktisaintek Paparkan Kunci Daya Saing Indonesia di Era AI

Kabar

11 Juli 2026 | 13.45 WIB

Wamendiktisaintek Paparkan Kunci Daya Saing Indonesia di Era AI

Bali – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie menekankan pentingnya mengenali dan mengoptimalkan keunggulan Indonesia dalam menghadapi perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI). Menurut Wamen Stella, pengembangan AI perlu diarahkan pada kekuatan yang dimiliki Indonesia, termasuk kekayaan data, serta didukung investasi jangka panjang pada pendidikan tinggi, talenta, dan riset, agar Indonesia mampu mengambil peran yang lebih besar dalam ekosistem AI global. Hal ini disampaikannya saat menjadi pembicara dalam sesi Fireside Chat bertajuk Education and AI pada forum Sino-Indonesian Next Generation Dialogue (SINGD) 2026 di Tsinghua Southeast Asia Center, Sabtu (11/7).

Dalam paparannya, Wamen Stella mengajak peserta melihat perkembangan AI sebagai peluang yang perlu direspons melalui strategi yang sesuai dengan karakteristik dan keunggulan Indonesia. Menurut Wamendiktisaintek, penentuan prioritas pembangunan AI harus berangkat dari kemampuan bangsa dalam mengenali peluang yang dimiliki.

"Prioritas Indonesia dan peluang Indonesia adalah hal yang sama. Jika kita berpikir tentang prioritas, kita harus berpikir tentang kesempatan," ujar Wamen Stella.

Wamen Stella menjelaskan bahwa AI dibangun atas tiga komponen utama, yaitu algoritma, daya komputasi (computing power), dan data. Dari ketiga komponen tersebut, Indonesia memiliki peluang besar pada aspek data yang dapat menjadi modal strategis dalam pengembangan AI.

"Data adalah oksigen bagi AI. Jika Anda tidak memiliki data, tidak peduli seberapa bagus algoritma Anda atau seberapa kuat computing power Anda, Anda tidak akan mendapatkan model AI seperti yang dunia miliki hari ini," kata Wamen Stella.

Menurut Wamen Stella, kekayaan data yang dimiliki Indonesia di berbagai sektor perlu dipandang sebagai aset strategis yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong inovasi, memperkuat kolaborasi, serta meningkatkan kontribusi Indonesia dalam perkembangan AI.

"Saya pikir itulah kekuatan Indonesia yang harus kita gunakan, dan kita memiliki kesempatan untuk menjadi pemain besar," tambah Wamendiktisaintek.

Pada forum yang mempertemukan para pemimpin muda, akademisi, pelaku industri, dan pembuat kebijakan dari Indonesia dan Tiongkok untuk memperkuat dialog mengenai pendidikan, sains, teknologi, dan inovasi, selain membahas perkembangan AI, Wamen Stella juga berbagi pengalamannya sebagai akademisi di Amerika Serikat dan Tiongkok. 

Berdasarkan pengalamannya, Wamen Stella menilai bahwa kemajuan sains dan teknologi memerlukan investasi yang konsisten pada pendidikan tinggi, talenta, dan riset. Menurutnya, penguatan sumber daya manusia unggul dan ekosistem riset merupakan fondasi penting dalam meningkatkan daya saing bangsa di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Partisipasi Wamendiktisaintek dalam forum SINGD 2026 mencerminkan komitmen Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk terus memperkuat dialog internasional di bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi yang sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak, mendorong penguatan talenta, riset, dan inovasi agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pembangunan nasional.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak


/

5

Ulas Sekarang