Makassar - Sebanyak empat ribuan mahasiswa baru Universitas Bosowa (Unibos) memulai perjalanan baru di pendidikan tinggi. Di tengah perubahan teknologi yang semakin cepat, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mengajak mahasiswa baru Unibos tidak sekadar menjadi lulusan perguruan tinggi, tetapi tumbuh menjadi manusia yang memiliki pengetahuan, kepakaran, nalar kritis, dan keberanian untuk menciptakan perubahan.
Pesan tersebut disampaikan Wamendiktisaintek saat menghadiri kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Bosowa, Makassar, yang diikuti 4.414 mahasiswa baru. Kehadiran Wamen Stella menjadi momentum untuk memperkenalkan wajah pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada gelar, tetapi juga pada kemampuan mahasiswa menciptakan pengetahuan dan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Wamen Stella mengatakan, mahasiswa memasuki perguruan tinggi pada momentum yang sangat berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Perkembangan Artificial Intelligence (AI) membuat akses terhadap informasi dan jawaban menjadi semakin mudah. Karena itu, tantangan mahasiswa bukan lagi sekadar bagaimana mendapatkan informasi, melainkan bagaimana memahami, menguji, menganalisis, dan menggunakan informasi tersebut secara bertanggung jawab.
“Kalian masuk universitas di zaman yang berbeda. Ketika AI semakin mudah memberikan jawaban, kekuatan kalian justru terletak pada kemampuan untuk bertanya, berpikir, menganalisis, dan menghasilkan sesuatu yang belum ada,” papar Wamen Stella.
Menurut Wamen Stella, perguruan tinggi harus menjadi ruang bagi mahasiswa, untuk menemukan sesuatu yang benar-benar mereka sukai sekaligus membangun kepakaran. Ia mendorong mahasiswa baru Unibos tidak menjalani kuliah secara pasif dengan hanya mengikuti rutinitas perkuliahan, tetapi aktif mengeksplorasi berbagai pengalaman, mulai dari riset, organisasi, magang, proyek, hingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
“Jangan hanya datang ke kampus untuk mendapatkan ijazah. Gunakan masa kuliah untuk menemukan apa yang kalian sukai, membangun kepakaran, dan mengubah pengetahuan itu menjadi karya yang bermanfaat.”
Wamen Stella lalu mendorong mahasiswa untuk menjalani masa kuliah dengan sungguh-sungguh, sekaligus memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mencoba berbagai pengalaman. Dalam kesempatan tersebut, Wamen Stella juga mengingatkan mahasiswa bahwa dunia kerja yang akan mereka masuki setelah lulus akan terus mengalami perubahan, termasuk akibat perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial (AI).
Wamen Stella kemudian mengingatkan mahasiswa bahwa kemampuan untuk beradaptasi, perlu dibangun sejak masa kuliah. Perubahan merupakan bagian dari kehidupan yang harus dihadapi, termasuk ketika mahasiswa memasuki dunia kerja.
“Karena satu-satunya konstan di dunia ini adalah perubahan. Empat tahun lagi akan banyak sekali yang berubah,” ujar Wamendiktisaintek.
Selain kemampuan akademik dan kesiapan menghadapi perubahan, Wamen Stella mengajak mahasiswa untuk tidak takut mengalami kegagalan selama menjalani pendidikan tinggi.
Menutup paparannya, Wamen Stella mengajak mahasiswa baru Unibos memanfaatkan masa pendidikan tinggi untuk mengembangkan diri dan mempersiapkan masa depan. Wamen Stella berharap pesan yang disampaikannya dapat membantu mahasiswa menjalani masa kuliah dengan lebih bermakna.
“Selamat bergabung ke pendidikan tinggi, kalianlah yang akan lebih memajukan negara ini, dan semoga lima pepatah ini ada beberapa yang berguna, agar kuliah di Universitas Bosowa mempunyai makna yang dalam bagi masing-masing kalian,” pungkas Wamen Stella.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak






