Wamendiktisaintek Stella Christie: Jangan Jadikan AI Jalan Pintas untuk Mencari Jawaban Soal

Kabar

09 Oktober 2026 | 20.45 WIB

Wamendiktisaintek Stella Christie: Jangan Jadikan AI Jalan Pintas untuk Mencari Jawaban Soal

Jakarta - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie menekankan pentingnya peran guru dalam memastikan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) tetap mendukung proses belajar dan tidak menggantikan upaya peserta didik dalam membangun kemampuan berpikir. Hal tersebut disampaikan Wamendiktisaintek di Redea International Conference 2026 di EcoSocioTech School Indonesia, TB Simatupang, Jumat (9/10).

Mengusung tema Guardians for the Future, Wamen Stella menyebut guru sebagai sosok penting dalam membina dan membangun bangsa melalui pendidikan. Ia juga menjelaskan bahwa penggunaan AI sebagai jalan pintas untuk memperoleh jawaban dapat mengurangi kesempatan peserta didik dalam melatih kemampuan berpikir. Menurutnya, kemampuan membaca, menulis, menghitung, dan menyelesaikan persoalan perlu dibangun melalui latihan secara mandiri. Wamendiktisaintek juga memaparkan penelitian yang membandingkan capaian sains peserta didik berdasarkan frekuensi penggunaan AI.

“Kalau semuanya kita serahkan kepada AI, anak-anak kita menggunakan AI untuk mendapatkan jawaban yang cepat, tidak menulis sendiri, tidak menghitung sendiri, tidak membaca sendiri, mereka tentu tidak akan punya kemampuan itu,” ujar Wamen Stella.

Meski demikian, Wamen Stella menegaskan bahwa dirinya tidak menentang penggunaan AI dalam pendidikan. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan apabila mendorong peserta didik untuk menjalani proses belajar, berpikir lebih mendalam, dan mengerjakan tugas secara aktif. Wamendiktisaintek mengibaratkan kemampuan berpikir seperti otot yang perlu dilatih secara konsisten, sehingga tidak dapat dibangun hanya dengan mengandalkan jawaban instan.

Selain berdampak pada proses pendidikan, perkembangan AI juga membawa perubahan terhadap kebutuhan tenaga kerja. Wamen Stella menyoroti kecenderungan sejumlah perusahaan mengurangi pekerjaan untuk lulusan baru karena tugas-tugas dasar, seperti memasukkan data dan pemrograman, semakin dapat dilakukan dengan bantuan AI. Menurutnya, perubahan tersebut perlu direspons melalui strategi pendidikan tinggi yang mempersiapkan lulusan menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Wamen Stella menyampaikan bahwa pengalaman kerja menjadi salah satu aspek yang perlu diperkuat dalam pendidikan tinggi. Perguruan tinggi juga perlu menyesuaikan strategi pembelajaran dengan perkembangan teknologi. Namun, upaya tersebut membutuhkan kolaborasi karena setiap perguruan tinggi memiliki kewenangan dalam menentukan kurikulumnya sendiri. Karena itu, dialog dan kesadaran bersama mengenai kebutuhan perubahan menjadi hal penting.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak


/

5

Ulas Sekarang