Serang — Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) resmi menyelenggarakan wisuda gelombang pertama tahun akademik 2026 pada Minggu, 12 April 2026, bertempat di Auditorium Kampus Untirta Sindangsari, Kabupaten Serang, Banten. Sebanyak 715 wisudawan dari berbagai jenjang dan program studi dikukuhkan dalam prosesi akademik yang berlangsung khidmat.
Prosesi wisuda dibuka secara resmi oleh Ketua Senat Untirta, Prof. Dr. Rudi Zulfikar, S.E.Ak., M.Si., M.M., C.A. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rektor Untirta Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, S.T., M.T.; Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Rusmana, Ir., M.P.; Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Prof. Dr.-Ing. Ir. Asep Ridwan, S.T., M.T., I.P.U.; Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Agus Sjafari, M.Si.; serta Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi Prof. Ir. Alfirano, S.T., M.T., Ph.D.
Hadir pula Sekretaris Senat Prof. Dr. H. Ahmad Sihabudin, M.Si. beserta anggota senat, Kepala Biro Perencanaan Keuangan dan Umum H. Tubagus Bahtera Rohimudin, S.E., M.Si., Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Perencanaan Deden Hery Hermawan, S.E., M.M., para Dekan, Kepala Bagian, Ketua Pokja, serta staf di lingkungan Untirta.
Dalam sambutan resminya, Rektor Untirta Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, S.T., M.T. menegaskan bahwa kelulusan yang diraih hari ini bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar di tengah masyarakat.
"Wisuda bukanlah titik akhir, melainkan titik awal dari perjalanan yang sesungguhnya di dunia yang terus bergerak, penuh perubahan teknologi, dan ketidakpastian global," ujar Rektor.
Rektor juga menekankan pentingnya resiliensi atau daya tahan sebagai modal utama para lulusan dalam menghadapi dinamika dunia kerja dan kehidupan ke depan. Ia mendorong seluruh wisudawan untuk senantiasa membangun daya juang dan tidak berhenti belajar dari berbagai sumber.
Orasi ilmiah pada kesempatan tersebut disampaikan oleh staff Ahli Bidang Hubungan antar Lembaga Menteri Kebudayaan RI, Prof. Ismunandar, Ph.D. Dalam orasinya, Prof. Ismunandar menyoroti relevansi pendidikan dan riset di tengah kondisi dunia yang tengah menghadapi berbagai krisis dan konflik global.
"Saat dunia terluka, sumber daya manusia yang berbasis pengetahuan dan riset adalah jawabannya. Pendidikan justru semakin relevan dan menjadi obat bagi tantangan zaman," tegasnya.
Lebih lanjut, Prof. Ismunandar mengangkat keteladanan Syekh Yusuf Al-Makassari sebagai inspirasi bagi generasi terdidik Indonesia. Ulama, ilmuwan, dan pejuang asal Nusantara abad ke-17 itu dikenal telah menimba ilmu di berbagai pusat peradaban Islam di Timur Tengah, gigih melawan kolonialisme Belanda, dan bahkan menjadi pendiri komunitas Muslim pertama di Afrika Selatan saat diasingkan di Cape Town. Pada tahun 2005, Pemerintah Afrika Selatan menganugerahinya penghargaan tertinggi bagi tokoh anti-kolonialisme, dan Nelson Mandela pun mengakui Syekh Yusuf sebagai salah satu sumber inspirasinya.
"Beliau membuktikan bahwa seorang terdidik dari Nusantara mampu menjadi warga dunia yang memberikan solusi atas tantangan zamannya. Kini, giliran saudara-saudara untuk meneruskan warisan tersebut," ujar Prof. Ismunandar.
Kepada para wisudawan, Prof. Ismunandar menyampaikan tiga pesan utama. Pertama, ketekunan sebagai kunci keberhasilan, karena konsistensi dan kesungguhan akan selalu menghasilkan buah yang nyata. Kedua, keberanian untuk terus bergerak tanpa terpaku pada titik awal, sebab yang menentukan bukan dari mana seseorang berasal, melainkan ke mana ia melangkah. Ketiga, perspektif waktu yang matang dalam membangun karier dan kehidupan.
"Jadilah solusi. Jadilah penyembuh bagi dunia yang tidak baik-baik saja. Sebagaimana Syekh Yusuf empat ratus tahun lalu, kini saudara-saudara yang menulis sejarah," pungkasnya.
Prosesi wisuda yang berlangsung di Auditorium Kampus Untirta Sindangsari tersebut turut diwarnai dengan penganugerahan penghargaan kepada sepuluh wisudawan terbaik, yaitu :
- Miska N. Evasina, A.Md. — D3 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (IPK 3,77)
- Herdi Hidayat, S.H. — S1 Hukum, Fakultas Hukum (IPK 3,94)
- Vivi Insani, S.Pd. — S1 Pendidikan Sosiologi, FKIP (IPK 3,94)
- Zahra Dwi Maharani, S.T. — S1 Teknik Industri, Fakultas Teknik (IPK 3,81)
- Poppy Amelia, S.P. — S1 Agribisnis, Fakultas Pertanian (IPK 3,95)
- Dzikra Najwa, S.E. — S1 Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (IPK 3,91)
- Stefhanie Ardianty, S.I.Kom. — S1 Ilmu Komunikasi, FISIP (IPK 3,99)
- Shofa Usw. Hasanah, S.Gz. — S1 Gizi, Fakultas Kedokteran (IPK 3,80)
- Rino Indriyanto, M.T. — S2 Teknik Industri dan Manajemen, Fakultas Teknik (IPK 4,00)
- Dr. Nada Shofa Lubis — S3 Pendidikan, Pascasarjana (IPK 3,99)






