Jakarta— Presiden RI, Prabowo Subianto menegaskan bahwa hubungan pendidikan Indonesia dan Mesir perlu terus diperluas seiring dengan hubungan panjang kedua negara, termasuk melalui Universitas Al-Azhar yang telah menjadi tujuan pendidikan bagi banyak mahasiswa Indonesia. Hal ini disampaikan Presiden RI saat menyambut kunjungan kenegaraan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, yang juga dihadiri oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto di Istana Merdeka, Minggu (11/10).
“Ke depan, Indonesia siap memperluas kerja sama pendidikan melalui pertukaran mahasiswa, kemitraan antaruniversitas, riset bersama, dan menjajaki peluang di bidang-bidang lain,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden RI juga menyambut tawaran Pemerintah Mesir untuk menambah kesempatan beasiswa, khususnya pada bidang kedokteran, teknik, dan sains. Selain mendorong lebih banyak mahasiswa Indonesia menempuh pendidikan di Mesir, Indonesia juga membuka peluang bagi lembaga pendidikan dan tenaga pendidik Mesir untuk berkolaborasi di Indonesia.
Penguatan kerja sama ini merupakan kelanjutan dari hubungan pendidikan yang telah lama terjalin antara kedua negara. Salah satu perkembangan terbaru adalah pengajaran bahasa dan sastra Indonesia di Universitas Al-Azhar, yang membuka ruang lebih luas bagi pengenalan bahasa dan budaya Indonesia di lingkungan akademik Mesir.
Bagi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), penguatan hubungan Indonesia-Mesir adalah suatu peluang untuk memperluas jejaring perguruan tinggi, meningkatkan mobilitas mahasiswa dan dosen, serta mendorong kolaborasi riset di bidang strategis. Kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertukaran peserta didik, tetapi juga berkembang menjadi kemitraan akademik yang menghasilkan pengetahuan, inovasi, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia kedua negara.
Pada November 2025, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto juga telah menerima kunjungan Duta Besar Mesir untuk Indonesia guna membahas peluang pertukaran mahasiswa, riset antarkampus, serta program pendidikan yang lebih terjangkau bagi mahasiswa Indonesia. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya menindaklanjuti kesepakatan kedua kepala negara melalui kerja sama antarlembaga pendidikan tinggi.
Kemdiktisaintek memandang kemitraan ini sebagai kesempatan untuk memperkuat pendidikan tinggi Indonesia melalui kolaborasi internasional yang saling menguntungkan. Dengan membuka ruang bagi pertukaran pengetahuan, pengalaman akademik, dan riset bersama, perguruan tinggi kedua negara dapat berperan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Selain pendidikan, pertemuan kedua kepala negara juga menghasilkan sejumlah kesepakatan di bidang lain, termasuk rencana aksi kemitraan strategis, kelautan dan perikanan, statistik, investasi, perdagangan, ekonomi, serta industri pertahanan. Kedua negara turut menegaskan keprihatinan atas kekerasan terhadap warga sipil Palestina dan mengecam keras tindakan Israel yang melanggar hukum internasional.
Penguatan hubungan Indonesia-Mesir di berbagai bidang ini menegaskan pentingnya kemitraan yang menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. Dalam pendidikan tinggi, kolaborasi yang berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan kontribusi perguruan tinggi bagi kemajuan kedua negara.
Sumber Foto: BPMI
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak




