Kemdiktisaintek Arahkan Riset Berbasis Masalah untuk Mendukung Pengembangan Industri

News

12 Oktober 2026 | 07.15 WIB

Kemdiktisaintek Arahkan Riset Berbasis Masalah untuk Mendukung Pengembangan Industri

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Fauzan Adziman, menghadiri kegiatan “Shaping the Future of Digital & Financial Innovation in Indonesia” dengan tema “From Emerging Tech to Investable Growth” yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Dalam kegiatan tersebut, Dirjen Risbang menyampaikan paparan berjudul Science, Technology and Talent for Indonesia’s Future Economy mengenai arah pengembangan riset, teknologi, dan talenta untuk menjawab kebutuhan industri serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Jakarta, Kamis (8/10).


Dalam paparannya, Dirjen Risbang menjelaskan bahwa pengembangan riset nasional perlu diarahkan untuk menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat dan industri. Perumusan masalah dan tujuan penelitian yang jelas menjadi dasar bagi peneliti untuk menentukan fokus riset serta mengembangkan solusi yang relevan dan berpotensi memberikan dampak nyata.


“Kami mulai mengarahkan riset berbasis pemecahan masalah. Problem statement-nya jelas, problem formulation-nya jelas,” ujar Dirjen Fauzan.


Perguruan tinggi dan lembaga riset perlu menjalin kerja sama dengan industri agar penelitian yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Industri dapat menyampaikan persoalan yang dihadapi, sementara perguruan tinggi dan lembaga riset berperan mengembangkan solusi melalui penelitian dan penguasaan teknologi.


Sejalan dengan hal tersebut, kolaborasi dengan sektor industri menjadi salah satu aspek yang dibahas dalam forum tersebut. Forum ini turut melibatkan perwakilan BPI Danantara, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta pelaku industri untuk membahas peluang pengembangan teknologi dan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.


Dirjen Fauzan juga menekankan pentingnya peran BPI Danantara dan BUMN dalam menghubungkan kebutuhan industri dengan kapasitas riset nasional. Keterlibatan dunia usaha diharapkan dapat membuka peluang pemanfaatan hasil penelitian serta mendukung pengembangan inovasi yang memiliki nilai tambah bagi perekonomian.


“Kami berharap BPI Danantara dan BUMN bisa menjadi anchor demand dari riset-riset inovasi yang kami kembangkan,” jelasnya.


Dalam pengembangan riset, dukungan pendanaan perlu disesuaikan dengan karakteristik dan tahapan penelitian. Riset fundamental tetap diperlukan sebagai landasan pengembangan ilmu pengetahuan dan penemuan teknologi baru. Sementara itu, riset strategis diarahkan untuk menjawab kebutuhan prioritas dan menghasilkan solusi yang dapat dikembangkan lebih lanjut.


Dirjen Fauzan menegaskan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan perlu diikuti dengan upaya untuk memastikan hasil penelitian memberikan manfaat nyata. Keterhubungan antara penelitian, pengembangan teknologi, dan pemanfaatan hasil riset menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem inovasi nasional.


Selain pengembangan riset dan teknologi, peningkatan kapasitas talenta juga menjadi perhatian dalam menghadapi perubahan dunia kerja. Dirjen Risbang menyoroti tiga kompetensi yang penting untuk dikembangkan, yaitu kemampuan memecahkan masalah (problem solving), kreativitas (creativity), dan ketangguhan dalam menghadapi perubahan (resilience).


Perkembangan kecerdasan artifisial dan teknologi digital perlu diimbangi dengan kemampuan manusia untuk memanfaatkan teknologi secara produktif. Teknologi dapat mendukung pekerjaan manusia, meningkatkan produktivitas, serta membuka peluang bagi pengembangan inovasi di berbagai sektor.


Melalui pengembangan riset berbasis masalah, kolaborasi dengan industri, dan peningkatan kapasitas talenta, Kemdiktisaintek berupaya menghubungkan kegiatan penelitian dengan kebutuhan pembangunan nasional. Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, industri, dan investor diharapkan dapat memperluas pemanfaatan hasil penelitian serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.


Humas

Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan

/

5

Rate Now