Kemdiktisaintek, Kemenko PM, dan Pemprov Jateng Perkuat Kolaborasi Percepatan Pengentasan Kemiskinan

News

16 Oktober 2026 | 20.30 WIB

Kemdiktisaintek, Kemenko PM, dan Pemprov Jateng Perkuat Kolaborasi Percepatan Pengentasan Kemiskinan

Salatiga - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta perguruan tinggi memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mengentaskan kemiskinan dan berkelanjutan.

Sinergi strategis tersebut ditegaskan dalam Seminar Nasional Forum Perguruan Tinggi dalam Pemberdayaan Masyarakat bertema "Sinergi Implementasi Tridharma dalam Pemberdayaan Masyarakat yang Inklusif, Berdampak, dan Berkelanjutan" yang diselenggarakan oleh Kemenko PM di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, Jawa Tengah, Kamis (15/10).

Melalui kolaborasi ini, potensi perguruan tinggi dioptimalkan tidak hanya dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga sebagai entitas penggerak ekonomi langsung bagi masyarakat.

Upaya pengentasan kemiskinan membutuhkan pendekatan yang terintegrasi dan berkelanjutan, terutama dalam menjawab tantangan pembangunan di berbagai wilayah. Pemerintah telah menetapkan 16.550 desa sebagai lokasi prioritas pengentasan kemiskinan pada 2026. Sementara itu, di Jawa Tengah, Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa angka kemiskinan mengalami penurunan dari 9,58 persen menjadi 9,21 persen. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat, melalui penguatan kolaborasi lintas sektor.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan menekankan pentingnya mengoptimalkan seluruh potensi perguruan tinggi untuk memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat. Selain memiliki keunggulan dalam pengembangan sumber daya manusia dan riset, perguruan tinggi juga mempunyai berbagai tradisi akademik yang berpotensi menggerakkan perekonomian masyarakat.

"Ada potensi yang belum dioptimalkan oleh perguruan tinggi dan itu menurut saya dalam konteks pengentasan kemiskinan menjadi sangat penting. Kita punya tradisi akademik yang memiliki nilai ekonomi tinggi, tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal," ujar Wamen Fauzan.

Dengan memanfaatkan potensi akademik yang dimiliki, perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menghasilkan pengetahuan dan inovasi, tetapi juga mampu menciptakan aktivitas ekonomi yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penguatan peran perguruan tinggi dalam pengentasan kemiskinan perlu diwujudkan melalui kontribusi nyata bagi masyarakat. 

“Kampus benar-benar menjadi satu ekosistem, menjadi entitas sosial yang tidak hanya berada di dalam menara gading, tetapi menjadi menara air yang dibutuhkan oleh masyarakat,” jelas Wamendiktisaintek.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), A. Muhaimin Iskandar menegaskan pentingnya perubahan pendekatan dalam pengentasan kemiskinan, dari program yang berorientasi pada pemberian bantuan menuju pemberdayaan yang mampu membangun kemandirian masyarakat.

Menko Muhaimin menyebutkan bahwa pemerintah terus mendorong penguatan kolaborasi dengan perguruan tinggi agar kebijakan dan program pemberdayaan masyarakat dapat dilaksanakan secara lebih efektif, berbasis ilmu pengetahuan, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung upaya pemerintah daerah mengurangi angka kemiskinan melalui penyediaan data, riset, serta pendampingan masyarakat.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menjalin kerja sama dengan sekitar 133 perguruan tinggi untuk mendukung berbagai program pembangunan, termasuk melalui KKN tematik, penelitian, dan pendampingan masyarakat di desa.

Gubernur Luthfi juga menilai keterlibatan mahasiswa melalui KKN tematik menjadi salah satu langkah penting untuk membantu pemerintah daerah memahami kondisi masyarakat secara langsung. Data dan hasil pendampingan yang dilakukan perguruan tinggi diharapkan dapat mendukung perumusan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Kemdiktisaintek terus mendorong perguruan tinggi agar semakin aktif mengambil peran dalam pembangunan nasional melalui optimalisasi seluruh potensi pendidikan tinggi, sains, dan teknologi. Melalui semangat Diktisaintek Berdampak, kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu memperluas manfaat tridarma perguruan tinggi, membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, serta mendukung terwujudnya pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak


/

5

Rate Now