Jakarta — Sebanyak 138 mahasiswa dari 38 perguruan tinggi di wilayah DKI Jakarta dan Sumatra Barat siap mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Sumatra Barat 2026 bertajuk “Bangkik Basamo Mambangun Nagari”. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III dan LLDikti Wilayah X untuk mendukung pemulihan masyarakat di kawasan terdampak bencana di Sumatra Barat.
Pelepasan peserta dan panitia KKN Tematik tersebut dilaksanakan di Universitas Budi Luhur, Jakarta, Kamis (30/7/2026). Kegiatan turut dihadiri Kepala LLDikti Wilayah III Dr. Henri Tambunan, Koordinator Umum Focal Point KKN Tematik Prof. Arief Wibowo, M.Kom., serta Rektor Universitas Budi Luhur Prof. Agus Setyo Budi.
Dalam sambutannya, Kepala LLDikti Wilayah III, Dr. Henri Tambunan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh perguruan tinggi yang telah berpartisipasi dalam program tersebut. Menurutnya, KKN Tematik tidak hanya menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu di luar kelas, tetapi juga dapat menjadi wadah untuk membangun tradisi kolaborasi antarperguruan tinggi.
“Adik-adik bisa mengimplementasikan ilmu yang didapat untuk masyarakat sekitar. Berbaurlah dengan masyarakat, jaga lisan, jaga perilaku, dan jadikan pengalaman ini sebagai pembelajaran yang berharga,” pesannya.
Henri juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga kesehatan dan keselamatan selama berada di lokasi serta menghormati budaya dan kehidupan masyarakat setempat.
Sementara itu, Koordinator Umum Focal Point KKN Tematik, Prof. Arief Wibowo, M.Kom., menyampaikan apresiasi kepada 38 perguruan tinggi yang telah mendukung pelaksanaan KKN Tematik Sumatra Barat 2026.
Menurutnya, keterlibatan puluhan perguruan tinggi menunjukkan kuatnya semangat sinergi dalam menghadirkan pengabdian yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan kerja sama kita menjadi kolaborasi yang positif dan berdampak di bawah naungan LLDikti Wilayah III,” ujarnya.
Dari Kampus untuk Pemulihan Masyarakat
Rektor Universitas Budi Luhur, Prof. Agus Setyo Budi, menilai pelepasan peserta KKN Tematik bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi awal bagi mahasiswa untuk membuktikan bahwa ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Ia menegaskan, kolaborasi LLDikti Wilayah III dan LLDikti Wilayah X mencerminkan semangat gotong royong dalam menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Melalui kolaborasi kita dapat menghadirkan solusi yang berdampak. Bekerjalah dengan hati yang tulus, tinggalkan sesuatu yang berkesan dan bermanfaat bagi masyarakat, lalu pulanglah membawa pengalaman dan persaudaraan,” tuturnya.
Melalui KKN Tematik “Bangkik Basamo Mambangun Nagari”, mahasiswa diharapkan dapat mengimplementasikan kompetensi yang dimiliki untuk mendukung proses pemulihan masyarakat pascabencana. Selain memberikan kontribusi nyata, mahasiswa juga diharapkan mengembangkan kepekaan sosial, kepemimpinan, kemampuan beradaptasi, dan keterampilan berkolaborasi.
Program tersebut menjadi wujud nyata sinergi perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat melalui pengabdian yang terarah dan berkelanjutan.
Sebagai fasilitator peningkatan mutu pendidikan tinggi, LLDikti Wilayah III terus mendorong kolaborasi antarpenguruan tinggi yang mampu menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui penguatan pembelajaran berbasis pengabdian dan kemitraan lintas wilayah, LLDikti Wilayah III berkomitmen mendukung lahirnya sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045, sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak.





