Alumnus FISIP Unila Hidupkan Semangat Literasi Lewat Gubuk Literasi

Kampus Kita

19 January 2026 | 11.00 WIB

Alumnus FISIP Unila Hidupkan Semangat Literasi Lewat Gubuk Literasi

(Unila): Semangat literasi di tengah masyarakat Lampung semakin hidup berkat inisiatif Dwi Ariyansyah, alumnus FISIP Universitas Lampung (Unila) yang akrab disapa Anca. Sejak 15 Agustus 2021, ia mendirikan Gubuk Literasi, sebuah ruang belajar sederhana yang hadir untuk mendampingi anak-anak agar memiliki akses bacaan, ruang aman, dan kesempatan berkembang.

Gubuk Literasi lahir dari kegelisahan Anca melihat anak-anak di lingkungannya kesulitan belajar selama pandemi. Banyak yang lebih sering bermain gawai tanpa ruang memadai untuk membaca. Dari situ, ia menghadirkan tempat dengan koleksi buku yang bisa diakses siapa saja, sekaligus menjadi sarana pencegahan penggunaan gawai berlebihan. “Gubuk Literasi bukan sekadar tempat membaca, tapi ruang aman bagi anak-anak untuk tumbuh percaya diri dan berkembang,” ujar Anca.

Seiring waktu, kegiatan di Gubuk Literasi semakin beragam. Anak-anak tidak hanya membaca, tetapi juga berdiskusi, bermain edukatif, hingga melakukan eksperimen sederhana seperti menanam pohon atau mengenal dasar sains melalui permainan warna. Semua dirancang agar belajar terasa menyenangkan. Pengalaman Anca selama kuliah di Program Studi D-3 Perpustakaan FISIP Unila menjadi bekal penting.

Aktif di berbagai organisasi mahasiswa, ia terbiasa mengelola kegiatan dan berinteraksi dengan banyak orang, yang kemudian membentuk kepedulian sosialnya. Salah satu kisah inspiratif dari Gubuk Literasi adalah Muhammad Nurul Fahri (Moyes), anak yang awalnya belum bisa membaca dan menulis. Setelah mendapat pendampingan, Moyes kini bersekolah dan bahkan meraih prestasi, termasuk mewakili sekolahnya dalam lomba mewarnai.

Anca menekankan bahwa Gubuk Literasi adalah ruang bersama. Dukungan datang dari banyak pihak, termasuk Muthia Balqis yang kini menjadi CEO, serta relawan yang konsisten mendampingi anak-anak. Saat ini kepengurusan dipimpin Aryo Sulaiman dari UIN, dengan semangat menjaga keberlanjutan gerakan literasi. Kini Anca meniti karier sebagai pustakawan di Perpustakaan Nasional Indonesia di Jakarta.

Meski jauh dari Lampung, ia tetap mendukung Gubuk Literasi dan percaya gerakan ini akan terus hidup bersama para relawan. Baginya, literasi adalah kunci membuka peluang lebih luas. “Mahasiswa punya dua pilihan: menjadi berperan atau baperan. Kalau baperan, harus bawa perubahan. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” pungkasnya. [Humas]

PrestasiUnila

Unila Kampus Berdampak

Almnus Unila

/

5

Ulas Sekarang