Mahasiswa Bahasa Inggris Polije Gelar Talkshow Edukatif, Wujud Nyata Pembelajaran Berbasis Proyek

Kampus Kita

26 May 2026 | 23.15 WIB

Mahasiswa Bahasa Inggris Polije Gelar Talkshow Edukatif, Wujud Nyata Pembelajaran Berbasis Proyek

Jember – Mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris Politeknik Negeri Jember sukses menyelenggarakan talkshow edukatif di Kampus Utama Polije, Senin (25/5/2026). Kegiatan yang berkolaborasi dengan Yayasan Tanoker tersebut menjadi implementasi nyata sistem pembelajaran Project Based Learning (PBL) dalam pendidikan vokasi.

Dosen Program Studi Bahasa Inggris Polije, Nodistya Septian Indrastana, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang dengan mengintegrasikan tiga mata kuliah sekaligus, yaitu Content Creation, Media Development, dan Public Relations. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mengembangkan keterampilan akademik, tetapi juga meningkatkan kepedulian terhadap budaya dan isu sosial di masyarakat.

“Kami meyakini bahwa pembelajaran terbaik tidak hanya berasal dari teori, tetapi juga dari pengalaman dan kepedulian sosial,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Jurusan Bahasa, Komunikasi, dan Pariwisata Polije, Enik Rukiati, mengaku bangga terhadap kemampuan mahasiswa dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa skema PBL yang diterapkan tidak hanya melibatkan mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris, tetapi juga menghadirkan kolaborasi aktif dari Program Studi Destinasi Pariwisata dan Produksi Media.

“Kami mengarahkan kegiatan ini sebagai sarana utama mahasiswa untuk memperoleh pengalaman nyata dalam mengelola sebuah acara,” jelasnya.

Menurut Enik, pengalaman membangun komunikasi dan menjalin kerja sama dengan mitra eksternal menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja. Karena itu, jurusan terus berupaya menghadirkan ruang kreatif yang dapat meningkatkan kompetensi dan daya saing lulusan di industri kreatif.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan P4MP Polije, Asep Samsudin, menegaskan bahwa Project Based Learning merupakan salah satu fondasi penting dalam sistem pendidikan vokasi.

Menurutnya, meskipun PBL saat ini tidak lagi menjadi indikator kinerja utama, pendekatan tersebut tetap dipertahankan sebagai budaya pembelajaran yang relevan dan efektif.

“PBL sempat mengantarkan Polije meraih capaian terbaik kedua nasional pada tahun 2024,” ungkapnya.

Lebih lanjut, P4MP Polije terus mendorong penguatan implementasi PBL berbasis fasilitas industri atau Teaching Factory (Tefa). Langkah tersebut dilakukan agar karya inovasi dan hasil tugas akhir mahasiswa tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi produk yang bernilai ekonomi.

Melalui kegiatan seperti ini, Polije berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, sehingga mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki pengalaman praktik dan kemampuan kolaboratif yang dibutuhkan di dunia kerja.

Polije

PBL

Tanoker

/

5

Ulas Sekarang