Ayam ALOPE UNHAS-1 Jadi Ikon Pengentasan Kemiskinan Pemkab Barru

Kampus Kita

04 January 2026 | 15.00 WIB

Ayam ALOPE UNHAS-1 Jadi Ikon Pengentasan Kemiskinan Pemkab Barru

HUMAS-UNHAS. Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Unhas) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Barru menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam rangka pengentasan kemiskinan di Kabupaten Barru. Penandatanganan ini berlangsung pada Sabtu, 3 Januari 2026, bertempat di Kelurahan Sepee, Kecamatan Barru.

Kerja sama ini mengadopsi paket teknologi berbasis peternakan dan pertanian produktif, dengan instrumen utama ayam ALOPE UNHAS-1, ternak itik, serta berbagai tanaman produktif lainnya. Paket teknologi tersebut akan diintroduksikan kepada rumah tangga rentan miskin sebagai upaya peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi.

Inisiatif ini digagas oleh Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., selaku Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Barru, bersama Dekan Fakultas Peternakan Unhas, Prof. Dr. Syahdar Baba. Program dirancang secara berkelanjutan agar rumah tangga penerima manfaat dapat beranjak dari kondisi ekonomi rentan menuju kehidupan yang lebih sejahtera.

Keberadaan ayam ALOPE UNHAS-1, yang telah dirilis oleh Kementerian Pertanian sebagai salah satu galur ayam kampung unggul nasional, menjadi bukti nyata komitmen Unhas dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan No Poverty, melalui inovasi berbasis riset.

Dekan Fakultas Peternakan Unhas, Prof. Dr. Syahdar Baba menuturkan bahwa Fakultas Peternakan Unhas juga mendorong Pemerintah Kabupaten Barru untuk mendirikan unit pembibitan ayam ALOPE UNHAS-1, sehingga Barru diharapkan dapat menjadi daerah mandiri bibit ayam. 

Selain itu, pengembangan inovasi pakan berbahan baku lokal turut didorong guna menurunkan biaya produksi dan meningkatkan daya saing ayam yang dihasilkan.

“Saat ini, pembangunan fasilitas breeding masih dalam proses, dengan kapasitas awal yang direncanakan mencapai 500 ekor day old chick (DOC) per pekan. Produksi DOC ditargetkan meningkat menjadi 1.000 ekor per pekan pada September 2026” jelas Prof. Syahdar Baba.

Secara keseluruhan, program ini menargetkan peningkatan pendapatan bagi sekitar 150 rumah tangga rentan miskin di Kabupaten Barru.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barru, Ir. Ahmad, menyampaikan bahwa pelaksanaan program akan dikawal oleh tim teknis khusus yang telah disiapkan oleh dinas terkait. 

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan, Syahrir, S.Pt., menekankan pentingnya pelatihan bagi pendamping lapangan agar proses introduksi teknologi kepada rumah tangga penerima manfaat dapat berjalan optimal. Ia mengingatkan bahwa tanpa penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang tepat, capaian program berpotensi tidak maksimal.(*/fpet/dhs)

Copywriter: Dewi Halida Safarina
Editor: Ishaq Rahman

DiktisaintekBerdampak

Unhas

Peternakan

Ayam Alope

Kabupaten Barru

/

5

Ulas Sekarang