Dalam Senyap di Pelosok Keerom, TEP UNDIP Bawa Inovasi Pemetaan Spasial Presisi untuk Kawasan Transmigrasi Senggi

Kampus Kita

04 September 2026 | 23.15 WIB

Dalam Senyap di Pelosok Keerom, TEP UNDIP Bawa Inovasi Pemetaan Spasial Presisi untuk Kawasan Transmigrasi Senggi

UNDIP, Senggi Kabupaten Keerom (4/9) – Langkah nyata dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur dan pemetaan agraria di pelosok Indonesia kini diwujudkan oleh Tim 13 Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (TEP UNDIP) yang diketuai oleh Pangi, S.T., M.T., dengan melaksanakan kegiatan pemetaan dasar di Kawasan Transmigrasi (KT) Senggi, tepatnya di Satuan Permukiman (SP) 1 dan SP 2, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua. Inisiatif strategis ini dihadirkan untuk menyediakan data spasial dasar yang mutakhir dan akurat untuk mengoptimalkan penataan kawasan transmigrasi secara berkelanjutan.

Kegiatan pemetaan dasar di SP 1 dan SP 2 KT Senggi tersebut berhasil menghasilkan peta detail berskala besar 1:5.000. Keberadaan peta berskala presisi tinggi ini diproyeksikan menjadi instrumen vital dalam penataan bidang tanah (agraria), perencanaan lokasi demonstrasi plot (demplot) sawah, hingga menjadi basis acuan penanganan dan perbaikan sarana infrastruktur di lingkungan permukiman warga.

Sebagai upaya menghasilkan data spasial dengan tingkat presisi tinggi, rangkaian pemetaan diawali dengan proses pengukuran titik kontrol tanah di lokasi SP 1 dan SP 2. Titik kontrol ini memegang peranan krusial sebagai acuan georeferensi agar seluruh hasil pemetaan memenuhi standar teknis pemetaan skala besar. Setelah penentuan titik control selesai, tim melanjutkan akuisisi data udara menggunakan teknologi pesawat nirawak (drone). Penggunaan drone menjadi solusi efisien karena mampu menjangkau hamparan area yang luas dalam rentang waktu singkat, sekaligus menghasilkan citra udara berresolusi tinggi sebagai bahan dasar penyusunan peta.

Kehadiran peta dasar berskala 1:5.000 ini memberikan beberapa manfaat nyata bagi percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di KT Senggi, antara lain: 

  1. Penataan Bidang Tanah (Agraria): Menjadi pijakan resmi dalam menentukan batas wilayah dan kepastian status kepemilikan lahan bagi warga transmigran.
  2. Perencanaan Demplot Sawah: Mendukung penetapan lokasi dan luasan area percontohan pertanian sawah yang produktif bagi masyarakat lokal.
  3. Penanganan Infrastruktur Permukiman: Menjadi rujukan utama dalam perencanaan pembangunan, perbaikan jalan, dan pemenuhan fasilitas umum di lingkungan SP 1 dan SP 2.

Ketersediaan data spasial yang mutakhir ini disambut hangat dan dinantikan oleh pemangku adat serta masyarakat setempat. Pemimpin adat masyarakat setempat (Ondoafi) SP 2, Patras Kepi menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Kegiatan pemetaan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses perencanaan pembangunan di KT Senggi. 

“Kami mengapresiasi dan berterima kasih atas kegiatan pemetaan ini. Cetakan peta fisik ini penting bagi kami. Nanti kami berharap juga diberikan hasilnya, karena dengan adanya peta yang presisi dan akurat ini, perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di Kawasan Transmigrasi Senggi tentu bisa berjalan jauh lebih cepat,” jelas Patras Kepi.

Langkah inovatif TEP UNDIP di kawasan 3T Papua ini merupakan tindakan nyata dalam mendukung pencapaian SDGs, yaitu SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemetaan presisi, SDG 11 (Kota dan Pemukiman Berkelanjutan) lewat penataan kawasan terencana, dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi akademisi dan masyarakat lokal.

DiktisaintekBerdampak

UNDIP

Pengabdian Kepada Masyarakat

/

5

Ulas Sekarang