Dari Afghanistan hingga Gambia, Tujuh Mahasiswa Internasional Lulus dari Unhas

Cerita Kita

24 Juni 2026 | 23.00 WIB

Dari Afghanistan hingga Gambia, Tujuh Mahasiswa Internasional Lulus dari Unhas

Sebanyak tujuh mahasiswa internasional turut mewarnai prosesi Wisuda Periode Juni 2026 Universitas Hasanuddin (Unhas). Mereka berasal dari enam negara berbeda dan menyelesaikan studi pada berbagai disiplin ilmu, mulai dari ilmu sosial, hukum, teknik, hingga bidang kesehatan.

Kehadiran para lulusan mancanegara tersebut menjadi salah satu cerminan semakin kuatnya posisi Unhas sebagai perguruan tinggi yang menarik minat mahasiswa dari berbagai belahan dunia. Kampus yang berlokasi di Makassar itu kini tidak hanya menjadi tujuan pendidikan bagi mahasiswa Indonesia, tetapi juga bagi generasi muda dari kawasan Afrika, Timur Tengah, dan Asia Selatan.

Pada wisuda yang berlangsung di Baruga A.P. Pettarani, Kampus Tamalanrea, tujuh mahasiswa internasional yang resmi menyandang gelar sarjana berasal dari Afghanistan, Madagaskar, Yordania, Irak, Pakistan, dan Gambia. Mereka menempuh pendidikan di sejumlah fakultas dengan latar keilmuan yang beragam.

Dari Afghanistan, Shahabuddin Esmati menyelesaikan studi pada Program Studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Hangivola Emyblonde Ratna asal Madagaskar lulus dari Program Studi Ilmu Komunikasi. Sementara itu, dua mahasiswa asal Timur Tengah, Bashar Sultan Abdallah Almadi dari Yordania dan Ali Hussein Saeed dari Irak, menuntaskan pendidikan pada Program Studi Pendidikan Dokter Gigi.

Lulusan internasional lainnya adalah Rahaf Omar Mustafa Almatarneh dari Yordania yang menyelesaikan studi di Program Studi Pendidikan Kedokteran, Kanchul Louis Mendy dari Gambia pada Program Studi Ilmu Hukum, serta Nusrat Din dari Pakistan yang menamatkan pendidikan di Program Studi Teknik Mesin.

Kelulusan mahasiswa internasional tersebut menjadi bagian dari upaya internasionalisasi yang terus diperkuat Unhas dalam beberapa tahun terakhir. Selain memperluas akses pendidikan bagi mahasiswa asing, keberadaan mereka juga dinilai memperkaya suasana akademik kampus melalui pertukaran perspektif, pengalaman, dan budaya yang beragam.

Kepala Kantor Urusan Internasional Unhas, Andi Masyitha Irwan, menjelaskan bahwa jumlah mahasiswa internasional merupakan salah satu indikator penting dalam berbagai sistem pemeringkatan perguruan tinggi dunia. Karena itu, peningkatan jumlah mahasiswa asing menjadi salah satu fokus yang terus dikembangkan universitas.

Menurut dia, Unhas tidak hanya berupaya meningkatkan jumlah mahasiswa internasional yang mengikuti program gelar, tetapi juga peserta program non-gelar. Kehadiran mereka menjadi bagian dari data yang dilaporkan dalam berbagai proses pemeringkatan global sekaligus memperkuat jejaring internasional kampus.

Untuk mencapai target tersebut, Unhas memperluas promosi peluang studi melalui jaringan mitra internasional dan memperkenalkan berbagai skema beasiswa yang dapat diakses calon mahasiswa asing. Berbagai program mobilitas akademik juga terus dikembangkan, termasuk program pertukaran mahasiswa dan International Cultural Program (ICP) yang rutin diselenggarakan setiap tahun.

Selain memperkuat kerja sama akademik global, universitas juga berupaya memberikan layanan yang memudahkan mahasiswa internasional sejak proses administrasi, pengurusan visa, hingga adaptasi selama menjalani kehidupan kampus di Makassar. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menciptakan pengalaman belajar yang positif sekaligus memperkuat reputasi Unhas di tingkat internasional.

Saat ini, mahasiswa asing di Unhas masih didominasi oleh peserta dari negara-negara Afrika dan Timur Tengah. Namun, universitas menargetkan perluasan jangkauan ke kawasan lain, termasuk Asia, Eropa, dan Amerika, guna meningkatkan keragaman asal mahasiswa yang belajar di kampus tersebut.

Data Unhas menunjukkan jumlah mahasiswa internasional yang aktif saat ini mencapai 635 orang. Dari jumlah tersebut, 444 orang tercatat sebagai mahasiswa program gelar (degree), sedangkan 191 lainnya mengikuti program non-gelar (non-degree).

Tujuh lulusan internasional tersebut menjadi bagian dari 2.189 wisudawan yang mengikuti Wisuda Periode Juni 2026. Prosesi wisuda berlangsung dalam dua sesi di Baruga A.P. Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, pada 22–23 Juni 2026.

Catatan Editor:

Peningkatan jumlah mahasiswa internasional menjadi salah satu indikator penting dalam penguatan reputasi global perguruan tinggi. Kehadiran mahasiswa dari berbagai negara tidak hanya mendukung capaian internasionalisasi kampus, tetapi juga memperkaya ekosistem akademik melalui pertukaran budaya, pengetahuan, dan pengalaman lintas negara.

Copywriter : Andi Muhammad Syafrizal
Editor : Ishaq Rahman

dikti

DiktisaintekBerdampak

Universitas Hasanuddin

Mahasiswa Asing

/

5

Ulas Sekarang