TIANJIN — Politeknik Negeri Jember (Polije) terus memperluas jejaring internasional untuk memperkuat kualitas pendidikan vokasi. Melalui World Vocational and Technical Education Development Conference di Tianjin, China, pada 15–17 Oktober 2026, Polije menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Shenzhen Polytechnic University.
Konferensi yang dihadiri lebih dari 700 perwakilan berbagai negara tersebut menjadi ruang kolaborasi pendidikan vokasi dunia. Dalam forum ini, Polije bersama Politeknik Negeri Bengkalis menjadi dua politeknik Indonesia yang turut menandatangani MoU.
Wakil Direktur Bidang Kerja Sama dan Kehumasan Polije, Agung Wahyono, S.P., M.Si., Ph.D., menyampaikan bahwa kemitraan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas kerja sama internasional, melanjutkan jejaring yang sebelumnya telah dibangun Polije dengan sejumlah mitra pendidikan di China.
“Penandatanganan MoU ini menjadi langkah untuk memperluas jejaring kerja sama internasional Polije, khususnya dengan perguruan tinggi vokasi di China,” ujarnya.
Direktur Polije, Saiful Anwar, S.TP., M.P., menekankan pentingnya kerja sama internasional dalam menghadapi perkembangan teknologi, transformasi digital, dan perubahan kebutuhan dunia industri.
Melalui kemitraan tersebut, Polije mendorong tiga fokus utama kolaborasi, yakni pertukaran mahasiswa untuk memperluas pengalaman global, pelatihan dosen guna meningkatkan kompetensi pengajar, serta pengembangan penelitian terapan dan penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri internasional.
Menurut Saiful, kolaborasi antarinstitusi pendidikan vokasi perlu diarahkan pada pengembangan ekosistem pembelajaran yang semakin relevan dengan tantangan masa depan.
“Melalui penggabungan keahlian, pengalaman, dan potensi yang kita miliki, kita dapat membangun ekosistem pendidikan dan pelatihan vokasi yang siap menghadapi tantangan masa depan, serta menghubungkan dunia pendidikan secara langsung dengan kebutuhan industri global,” jelasnya.
Ke depan, Polije berharap kesepakatan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui program konkret yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, dosen, dan pengembangan institusi.
Dari Jember hingga China, kolaborasi ini menjadi langkah untuk mempertemukan keahlian, memperluas kesempatan belajar, dan menyiapkan talenta vokasi Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global.





