Banda Aceh — Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Khairul Munadi, meninjau langsung pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 di Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh.
Dalam kunjungan ini, Dirjen Dikti meninjau langsung dua titik lokasi pelaksanaan UTBK di USK, yakni di Gedung UPT TIK dan Fakultas Kedokteran. Dirjen Khairul Munadi didampingi Sekretaris Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Bekti Cahyo Hidayanto. Turut hadir Rektor USK, Mirza Tabrani, beserta jajaran pimpinan universitas.
Kunjungan ini dilakukan sebagai bagian dari monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan SNBT-UTBK. Terutama untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai prinsip objektivitas, transparansi, akuntabilitas, dan integritas.
“Hari ini kami melakukan monitoring dan evaluasi langsung terhadap pelaksanaan UTBK dalam skema SNBT, sebagai bagian dari komitmen pemerintah memastikan bahwa proses seleksi nasional berjalan objektif, transparan, akuntabel, dan berintegritas tinggi,” ujar Dirjen Khairul Munadi.
Menurutnya, SNBT bukan sekadar mekanisme seleksi masuk perguruan tinggi. Melainkan instrumen penting untuk menghadirkan keadilan akses pendidikan tinggi bagi seluruh anak bangsa. Karena itu, pemantauan langsung di lapangan menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh tahapan seleksi mahasiswa baru berlangsung lancar dan tertib.
Dari hasil pantauan tersebut, Dirjen Dikti menilai pelaksanaan UTBK di pusat UTBK USK berjalan baik dan stabil. Sistem Computer-Based Test (CBT) juga menunjukkan kinerja yang andal, sementara protokol teknis dan standar operasional prosedur (SOP) dijalankan dengan baik oleh seluruh pihak terkait.
“Mayoritas pelaksanaan ujian di pusat UTBK berjalan lancar dan stabil. Sistem CBT menunjukkan performa yang reliable, dan protokol teknis maupun SOP juga dijalankan dengan baik. Dan ini tentu saja menggembirakan,” jelasnya.
Terkait potensi kecurangan, Kemdiktisaintek jauh-jauh hari menegaskan tidak ada toleransi terhadap segala bentuk pelanggaran dalam pelaksanaan ujian. Untuk menjaga integritas proses seleksi, Kemdiktisaintek telah menyiapkan sistem pengamanan berlapis melalui randomisasi soal, pemantauan secara real-time, serta audit pascapelaksanaan.
“Jika ditemukan indikasi pelanggaran, maka akan dilakukan penelusuran menyeluruh disertai sanksi tegas sesuai ketentuan,” tegas Khairul Munadi.
Ia juga berpesan kepada seluruh peserta agar mengerjakan soal dengan jujur dan percaya diri. Menurutnya, SNBT dirancang untuk mengukur potensi terbaik peserta, bukan sekadar kemampuan menghafal.
“Kami akan terus melakukan monitoring hingga seluruh rangkaian ujian SNBT selesai, dan memastikan bahwa setiap anak bangsa mendapatkan kesempatan yang adil untuk mengakses pendidikan tinggi. Tidak ada toleransi untuk semua bentuk kecurangan,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama Rektor USK menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan UTBK di USK Banda Aceh. Ia juga mengapresiasi kerja keras panitia pelaksana yang telah menjalankan tugas dengan profesional dan berintegritas.
“Semangat ini harus terus kita jaga, sebab profesionalitas dan kejujuran merupakan modal penting dalam membangun masa depan pendidikan Indonesia yang lebih bermartabat,” ujar Rektor USK.






