Kemdiktisaintek Luncurkan Program Penguatan Perguruan Tinggi Swasta TA 2026

Kabar

13 April 2026 | 13.30 WIB

Kemdiktisaintek Luncurkan Program Penguatan Perguruan Tinggi Swasta TA 2026

Jakarta-Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan komitmennya  mendorong peningkatan mutu dan akses pendidikan tinggi secara lebih merata di seluruh wilayah Indonesia. Salah satunya dengan memperkuat peran Perguruan Tinggi Swasta (PTS) sebagai bagian integral dari sistem pendidikan tinggi nasional. Hal ini ditunjukkan dalam peluncuran Program Penguatan Perguruan Tinggi Swasta (PP-PTS) tahun 2026, di kantor Kemdiktisaintek, Senin (13/4).


Plt. Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco menegaskan bahwa penguatan PTS bukan sekadar program bantuan jangka pendek, melainkan strategi jangka panjang untuk mengurangi kesenjangan kualitas pendidikan antarwilayah dan antarperguruan tinggi swasta. 


“Penguatan PTS merupakan syarat utama dalam mewujudkan sistem perguruan tinggi yang inklusif dan berkeadilan. Selain itu, program ini merupakan upaya pemerintah dalam memastikan kualitas pendidikan tinggi tidak hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu, tetapi dapat dapat berkembang secara lebih merata di Indonesia, ” tegas Plt. Sesjen.


Program ini merupakan kelanjutan dari upaya pemerintah sejak tahun 2016 dalam memperkuat kapasitas Perguruan Tinggi Swasta (PTS), yang saat ini mendominasi ekosistem pendidikan tinggi di Indonesia, dengan jumlah mencapai lebih dari 95 persen dari total perguruan tinggi yang ada. Di tahun 2024 program ini telah menjangkau 60 PTS, sementara di tahun 2025 meningkat menjadi 240 persen menjadi 403 PTS.


Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Mukhamad Najib menegaskan bahwa PP-PTS Tahun 2026 dirancang untuk memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran serta daya saing lulusan, sejalan dengan arah kebijakan Pendidikan Tinggi Berdampak. 


“Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah  untuk hadir memperkuat kualitas pendidikan tinggi di indonesia termasuk di dalamnya PTS,” tegas Direktur Najib.


Pada tahun 2026, fokus program PP-PTS mencakup dua skema utama. Pertama, Skema A-Penguatan Kualitas Pembelajaran. Skema ini ditujukan bagi PTS dengan kapasitas kecil hingga menengah, dengan fokus pada peningkatan kualitas proses pembelajaran melalui dukungan sarana dan prasarana pendidikan.


Kedua, Skema B - Peningkatan Daya Saing dan Relevansi Lulusan. Skema ini diarahkan bagi PTS yang telah memiliki kapasitas lebih besar, dengan fokus pada penguatan keunggulan spesifik institusi serta peningkatan relevansi lulusan terhadap kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.


Pendekatan Berbasis Kinerja dan Akuntabilitas


Pelaksanaan PP-PTS Tahun 2026 dilakukan secara akuntabel, transparan, dan berbasis kinerja, melalui tahapan seleksi yang meliputi evaluasi administratif, substantif, dan kelayakan program. Untuk itu, Perguruan tinggi yang menerima bantuan diwajibkan memanfaatkan bantuan sesuai proposal yang disetujui, menyampaikan laporan pemanfaatan bantuan, serta menjamin keberlanjutan pemanfaatan sarana untuk peningkatan mutu pembelajaran.


Berdasarkan evaluasi pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya, PP-PTS terbukti memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas proses pembelajaran, penguatan kapasitas institusi, serta peningkatan relevansi lulusan sehingga melalui pelaksanaan PP-PTS Tahun 2026, diharapkan PTS di Indonesia dapat memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas, meningkatkan daya saing lulusan, serta mendorong perguruan tinggi lebih responsif terhadap kebutuhan pembangunan nasional dan daerah.


Melalui PP-PTS, Kemdiktisaintek menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi nasional dalam memperkuat tata kelola pendidikan tinggi yang lebih adaptif, inklusif, dan berdampak. Melalui program ini, diharapkan perguruan tinggi swasta dapat terus berkembang menjadi institusi yang unggul, inovatif, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa.


Informasi lengkap PP-PTS 2026 dapat disimak pada laman https://pppts.kemdiktisaintek.go.id/


Turut hadir secara luring pada acara ini staf Khusus Menteri bidang Pemerintahan dan Akuntabilitas, Tjitjik Sri Tjahjandadie, Tenaga Ahli Menteri, T. Basaruddin. Hadir secara daring di antaranya Kepala LLDikti wilayah I - XVII dan pimpinan perguruan tinggi swasta di lingkungan LlDikti wilayah I -XVII.


Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak

#Kampustransformatif



/

5

Ulas Sekarang