Salah satu dosen muda Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala (FKH USK), drh. Baidillah Zulkifli, M.Si., terpilih mengikuti program Faculty and Staff Exchange di Amerika Serikat. Program bergengsi ini diselenggarakan oleh United States Department of Agriculture (USDA) dengan pendanaan penuh.
Baidillah, yang merupakan dosen pada Laboratorium Fisiologi Veteriner FKH USK, telah bertolak ke Negeri Paman Sam pada 11 Januari 2026. Ia dijadwalkan mengikuti program pertukaran akademik ini selama empat bulan, hingga awal Mei 2026, di School of Veterinary Medicine, University of California (UC) Davis.
Sebagai informasi, UC Davis saat ini memegang predikat sebagai kampus kedokteran hewan peringkat pertama di Amerika Serikat dan peringkat kedua secara global menurut QS World University Rankings.
Dekan FKH USK, drh. Teuku Reza Ferasyi, M.Sc., Ph.D., menyatakan bahwa terpilihnya Baidillah merupakan hasil dari proses seleksi ketat yang berlangsung pada tahun 2025 lalu. Pihak dekanat mengutus Baidillah sebagai representasi dosen muda terbaik untuk bersaing dalam proses perekrutan tersebut.
“Terpilihnya Baidillah mengikuti program ini merupakan bentuk pengakuan global terhadap kapasitas sumber daya manusia yang kami miliki di FKH USK,” ungkapnya.
Program yang diinisiasi oleh USDA ini bertujuan untuk penguatan kapasitas akademik serta pertukaran keilmuan di bidang Veterinary Science. Selama di UC Davis, Baidillah akan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan akademik, pelatihan, serta diskusi ilmiah bersama profesor dan peneliti kelas dunia.
Fokus utama Baidillah selama program ini adalah mempelajari inovasi model pembelajaran serta sistem pendidikan veteriner yang adaptif terhadap tantangan global. Baidillah bergabung dengan peserta terpilih lainnya yang berasal dari sejumlah Fakultas Kedokteran Hewan terbaik di Indonesia dan beberapa negara ASEAN.
Keikutsertaan dosen USK dalam kancah internasional ini diharapkan dapat membawa pulang pembaruan sistem pendidikan yang dapat diterapkan di kampus jantung hati rakyat Aceh, guna meningkatkan kualitas lulusan dokter hewan yang berdaya saing global.
“Harapan kami, keikutsertaan ini dapat ditindaklanjuti dengan terbentuknya kerja sama resmi yang lebih erat antara FKH USK dengan pusat pendidikan kedokteran hewan terbaik dunia tersebut,” ujar Teuku Reza.






