Dosen ISI Padangpanjang Tampilkan Karya di Venice Biennale Teatro 2026, Angkat Budaya Lokal ke Panggung Dunia

Cerita Kita

14 Juni 2026 | 00.00 WIB

Dosen ISI Padangpanjang Tampilkan Karya di Venice Biennale Teatro 2026, Angkat Budaya Lokal ke Panggung Dunia

PADANG PANJANG – Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) sekaligus dosen Program Studi Teater Fakultas Seni Pertunjukan ISI Padangpanjang, Dr. Yusril Katil, S.Sn., M.Sn., dipercaya menampilkan karya teater-tari Under the Volcano pada 54th International Theatre Festival dalam rangkaian La Biennale di Venezia 2026 di Venesia, Italia.

Karya yang disutradarai langsung oleh Dr. Yusril Katil tersebut menjadi salah satu pertunjukan terpilih dalam festival teater bergengsi yang menghadirkan sekitar 200 seniman dari berbagai negara. Pertunjukan Under the Volcano dipentaskan pada 16–17 Juni 2026 di Teatro alle Tese, Arsenale, Venesia, memperkuat kehadiran seni pertunjukan Indonesia di panggung internasional.

Under the Volcano terinspirasi dari Syair Lampung Karam karya Muhammad Saleh yang mengisahkan letusan Gunung Krakatau pada 1883. Melalui perpaduan teater tubuh, musik, dan gerak yang berakar pada tradisi silat Minangkabau, karya ini menghadirkan refleksi tentang pengalaman manusia menghadapi bencana, kehilangan, solidaritas, dan harapan untuk bangkit kembali.

Bagi ISI Padangpanjang, terpilihnya karya tersebut menjadi bukti bahwa kekayaan budaya lokal Indonesia mampu diterjemahkan ke dalam bahasa artistik yang relevan dengan isu-isu kemanusiaan universal sekaligus diterima di forum seni dunia.

Dr. Yusril Katil menyampaikan bahwa kesempatan tampil di Venice Biennale Teatro merupakan momentum penting untuk memperkenalkan seni dan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.

"Under the Volcano lahir dari pengalaman budaya dan ingatan kolektif masyarakat yang hidup berdampingan dengan gunung-gunung di Sumatera Barat. Karya ini tidak hanya berbicara tentang bencana, tetapi juga tentang semangat kemanusiaan, kebersamaan, dan harapan. Kami bersyukur karya yang berangkat dari akar budaya lokal dapat diterima dan dipresentasikan di salah satu festival teater paling bergengsi di dunia," ujarnya.

Menurutnya, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa seni tradisi Indonesia memiliki kekuatan untuk berdialog dengan publik global melalui pendekatan artistik yang inovatif tanpa kehilangan akar budaya yang menjadi identitasnya.

Rektor ISI Padangpanjang, Dr. Febri Yulika, S.Ag., M.Hum., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan Dr. Yusril Katil merupakan bukti kualitas sumber daya manusia ISI Padangpanjang yang mampu bersaing dan memperoleh pengakuan di tingkat internasional.

"Kami sangat bangga atas capaian Dr. Yusril Katil. Ini bukan hanya prestasi pribadi, tetapi juga prestasi bagi ISI Padangpanjang, Sumatera Barat, dan Indonesia. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa karya yang berakar pada budaya lokal memiliki daya saing dan daya tarik di tingkat internasional. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengharumkan nama bangsa melalui seni dan budaya," ungkapnya.

Selain menampilkan Under the Volcano, Dr. Yusril Katil juga dijadwalkan menjadi pembicara dalam sesi Artist Talk bersama para seniman dari berbagai negara. Pada forum tersebut, ia berbagi pengalaman mengenai proses kreatif, metode penciptaan karya, serta pengembangan seni pertunjukan Indonesia yang berakar pada tradisi namun mampu hadir dalam konteks seni kontemporer global.

Partisipasi ISI Padangpanjang dalam Venice Biennale Teatro 2026 semakin memperkuat kiprah perguruan tinggi seni Indonesia di tingkat internasional. Capaian ini sekaligus menegaskan peran ISI Padangpanjang dalam mengembangkan seni berbasis budaya lokal yang mampu menjangkau audiens global, memperluas jejaring kolaborasi internasional, serta memperkuat diplomasi budaya Indonesia melalui karya-karya kreatif yang berdaya saing dunia.

DiktisaintekBerdampak

ISIPadangpanjang

Cerita Berdampak

Cerita Kita

/

5

Ulas Sekarang