Jakarta–Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi insan pendidikan tinggi untuk memaknai kemerdekaan melalui kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dalam upacara HUT ke-81 RI yang digelar bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta Kementerian Kebudayaan (Kemenbud), Senin (17/8).
“Hari ini, hari yang sangat istimewa, hari kemerdekaan Indonesia ke-81 tahun. Hari ini sangat bersemangat dan memberikan inspirasi bahwa perguruan tinggi menjadi motor kemajuan bangsa untuk Indonesia yang berdaulat, maju, adil, dan makmur. Selamat kemerdekaan RI ke-81, selamat kemerdekaan untuk insan perguruan tinggi seluruh Indonesia,” ujar Mendiktisaintek.
Semangat tersebut turut dimaknai oleh insan Kemdiktisaintek dalam kehidupan sehari-hari. Para karyawan dan jajaran Kemdiktisaintek menyampaikan makna kemerdekaan bagi mereka.
“Makna kemerdekaan menurut saya adalah bukan hanya bebas dari penjajahan, tapi juga berani bermimpi, bertanggung jawab atas keputusan kita, dan terus menjadi lebih baik di masa yang akan datang. Harapannya, negara Indonesia ini jadi adil, makmur, dan sejahtera,” ujar Trisco, salah satu staf Kemdiktisaintek.
Sementara itu, Adam memaknai kemerdekaan sebagai kesempatan yang setara bagi seluruh anak bangsa, khususnya dalam memperoleh pendidikan dan mengambil bagian dalam pembangunan. Menurutnya, kemerdekaan perlu dapat dirasakan oleh masyarakat di seluruh pelosok negeri tanpa ada yang tertinggal.
“Bagi saya, makna kemerdekaan adalah kebebasan bagi semua anak bangsa untuk mendapatkan akses yang setara dalam pendidikan, dan kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan kontribusi yang layak dalam pembangunan Indonesia,” tutur Adam.
Makna kemerdekaan juga dirasakan oleh Srividola Wulandari, Kepala Subbagian Tata Usaha Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemdiktisaintek sekaligus penerima Satyalancana Karya Satya. Memasuki usia ke-81 tahun, ia berharap Indonesia terus memperkuat keadilan, kesejahteraan, dan semangat gotong royong.
Di tengah peringatan HUT ke-81 RI, para insan Kemdiktisaintek juga menyampaikan kepedulian kepada masyarakat yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Srividola berharap masyarakat NTT diberikan kekuatan untuk bangkit kembali.
“Di tengah kebahagiaan merayakan Indonesia, kami turut berbela sungkawa untuk keluarga kita di NTT, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan keikhlasan. Semoga NTT bangkit kembali,” ungkap Srividola.
Upacara HUT ke-81 RI diikuti jajaran ketiga kementerian dan diisi dengan pengibaran Sang Merah Putih, mengheningkan cipta, pembacaan Pancasila, Pembukaan UUD 1945, dan Proklamasi Kemerdekaan. Dalam rangkaian kegiatan tersebut turut dilakukan penyematan Satyalancana Karya Satya kepada aparatur sipil negara sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian selama 10, 20, hingga 30 tahun, serta persembahan seni dari peserta didik.
Melalui momentum kemerdekaan, Kemdiktisaintek terus mendorong insan perguruan tinggi untuk mengisi kemerdekaan dengan belajar, berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa. Semangat tersebut sejalan dengan Diktisaintek Berdampak yang mendorong pendidikan tinggi, sains, dan teknologi menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan Indonesia.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Indonesia Berdaulat, Maju, Adil, dan Makmur.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#PentingSaintek
#KampusBerdampak





.webp&w=3840&q=75)
