Indonesia Harus Mampu Menciptakan, Menguasai, dan Memproduksi Teknologi

Kabar

26 Oktober 2026 | 17.30 WIB

Indonesia Harus Mampu Menciptakan, Menguasai, dan Memproduksi Teknologi

Jakarta — Kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga riset, industri, dan investor menjadi langkah strategis untuk mendorong hasil penelitian, menjadi inovasi yang dapat dikembangkan pada skala industri. Hal ini menjadi fokus Danantara Technology Innovation & Investment Forum (DTIIF) 2026 yang dibuka oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mewakili Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, Senin, (26/10).

Saat membacakan sambutan Presiden Prabowo, Menteri Brian menegaskan pentingnya penguasaan teknologi untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat industri, dan mendorong kesejahteraan masyarakat. 

“Cita-cita Bapak Presiden sangat jelas: Indonesia harus mampu menciptakan, menguasai, dan memproduksi teknologi,” ujar Menteri Brian.

DTIIF 2026 melibatkan 67 perusahaan global, 67 perusahaan nasional, 59 BUMN, dan 99 pusat riset dan inovasi. Forum ini juga mencakup rencana 54 nota kesepahaman yang melibatkan 32 rektor perguruan tinggi untuk memperkuat kolaborasi riset dan industri.

Enam bidang prioritas dalam forum ini meliputi energi; pertanian, pangan, dan kesehatan; material maju dan semikonduktor; transportasi dan infrastruktur; keuangan dan perbankan; serta kecerdasan artifisial (AI), infrastruktur digital, dan telekomunikasi. Forum ini turut mengangkat rencana Koridor Teknologi Kalijati–Kertajati untuk menghubungkan riset dan talenta dengan investasi, manufaktur maju, serta infrastruktur industri.

Menteri Brian menyampaikan bahwa perguruan tinggi dan lembaga riset perlu bekerja lebih erat dengan industri, agar hasil penelitian dapat dikembangkan menjadi produk dan solusi yang menjawab kebutuhan masyarakat.

“Penemuan yang menjanjikan membutuhkan akses ke pengujian, pembiayaan, produksi, dan pasar,” demikian pesan Presiden yang disampaikan Mendiktisaintek.

Selain itu, mitra global diharapkan dapat berkolaborasi dengan membangun kemitraan riset, pelatihan insinyur Indonesia, dan peningkatan kemampuan pemasok lokal agar memenuhi standar internasional. Danantara juga diharapkan dapat menghubungkan investasi jangka panjang dengan riset dan BUMN sehingga inovasi yang layak dapat dikembangkan hingga skala industri.

Penguatan kolaborasi tersebut sejalan dengan kebijakan Diktisaintek Berdampak, yang mendorong pendidikan tinggi, sains, dan teknologi menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional. Kemdiktisaintek akan mendorong perguruan tinggi menindaklanjuti kerja sama dengan capaian yang konkret dan terukur.

“Sebagai menteri yang membawahi bidang pendidikan tinggi, kami akan memastikan perguruan tinggi kita akan bekerja bersama-sama dengan Danatara dan industri. Inilah yang harapkan bahwa pendidikan tinggi, sains dan teknologi bisa memberikan dampak, memberikan pengaruh yang besar bagi industri di Indonesia,” pungkas Menteri Brian.

Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak


/

5

Ulas Sekarang