Isak Tangis Warga Koto Tinggi, Iringi Kepulangan Mahasiswa Program Berdampak PPNP

Kampus Kita

09 March 2026 | 13.00 WIB

Isak Tangis Warga Koto Tinggi, Iringi Kepulangan Mahasiswa Program Berdampak PPNP

Isak tangis mulai pecah ketika mahasiswa menyalami warga satu per satu. Pelukan erat, dengan mata berkaca-kaca, hingga suara lirih warga yang berulang kali berkata: “Terima kasih ya nak, nanti jangan lupa main lagi ke sini ya.” ucapan tersebut keluar dari Ibu Ani, salah satu warga penghuni HUNTARA (Hunian Sementara) bagi korban bencana alam Jorong Aie Angek saat penutupan kegiatan Mahasiswa Program berdampak (Rabu 25/2/2026). Momen tersebut menjadi bukti betapa kehadiran mahasiswa yang melaksanakan Program Pengabdian Mahasiswa Berdampak sangat dirasakan bermanfaat secara nyata dan diterima sepenuh hati oleh masyarakat Jorong Aie Angek Kenagarian Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh Kabupaten Lima Puluh Kota Sumatera Barat.

Jorong Aie Angek merupakan salah satu daerah yang terdampak bencana  hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025 lalu di di Kabupaten Lima Puluh Kota. Jorong Aie Angek mengalami  bencana tanah bergerak (tanah longsor) yang mengakibatkan 220 rumah warga rusak berat dan tidak bisa dihuni. Hal tersebut menyebabkan 249 Kepala Keluarga (KK) dengan total 702 jiwa harus mengungsi dan tinggal di tenda pengungsian, masjid, mushalla, dan gedung sekolah serta sarana umum lainnya. Langkah cepat diambil oleh pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dibantu TNI/Polri dan masyarakat dengan membangun hunian sementara (HUNTARA) di lokasi yang aman di Jorong Aie Angek Koto Tinggi.

Kegiatan Pengabdian Mahasiswa Berdampak merupakan salah bentuk kepedulian Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) pada fase pemulihan pascabencana. Sebanyak 50 orang mahasiswa PPNP dari berbagai organisasi mahasiswa (ormawa) seperti BEM, DLM dan UKM bergerak dan terjun langsung ke lokasi bencana untuk menjalankan rangkaian kegiatan pemulihan pasca bencana di HUNTARA Koto Tinggi tersebut. Program ini merupakan inisiasi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) sebagai bentuk respons atas bencana alam yang melanda wilayah Sumatera.

Kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa merupakan penataan dan peningkatan pemberdayaan masyarakat melalui pembinaan dan peningkatan SDM masyarakat untuk kembali produktif, pembinaan sosial dan psikososial sebagai pendukung di ekosistem baru di HUNTARA. Sebagai sasaran kegiatan menyasar kepada kelompok masyarakat produktif (kelompok petani) dan masyarakat non produksi  (kelompok ibu-ibu PKK). Bentuk kegiatan mahasiswa berdampak PPNP seperti rehabilitasi lahan terdampak bencana dengan pembuatan demplot tanaman sayuran, penanaman hortikultura cepat panen, pembuatan kolam ikan dan kandang ayam sebagai pertanian terpadu dalam upaya pemberdayaan ekonomi dan ketahanan pangan. Disamping itu juga dilakukan pembimbingan tentang pengelolaan sampah dengan pembuatan Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL) sederhana untuk membantu pengurangan pencemaran sampah dan limbah, serta pendampingan kepada anak-anak korban bencana untuk pemulihan psikologis dan emosional guna mengembalikan rasa aman dan stabilitas mental mereka. Yang tidak kalah penting, mahasiswa juga melaksanakan kegiatan penguatan kelembagaan pemuda dan PKK Nagari Koto Tinggi. Selama satu bulan lebih mahasiswa PPNP hadir, tinggal di HUNTARA serta menyatu dengan warga yang terdampak bencana. Kegiatan tersebut turut didampingi oleh beberapa orang Dosen Pendamping Lapangan yakni Dr. Hendra Alfi, Veronika Sriwulandari, Dr. Aflizar, yang dikomandoi oleh Synthia Ona Guserike Afner, S.P, M.P sebagai PIC Program.

Banyak cerita dan kesan yang dirasakan oleh masyarakat Aie Angek Koto Tinggi atas kehadiran mahasiswa PPNP disaat mereka mencoba menata kembali kehidupan yang sempat terganggu akibat bencana tanah longsor. ”Program ini sangat menyentuh dan bermanfaat sekali buat kami”ucap Surya Ari Dharma, perangkat Nagari Koto Tinggi Gunuang Omeh yang hadir pada saat acara penutupan kegiatan Program Mahasiswa Berdampak .Kami bermohon kegiatan-kegiatan seperti ini tetap berlanjut dimasa datang, bimbingan dan ilmu dari bapak dan ibu serta mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh terutama ilmu pertanian sangat kami harapan ucap Surya Ari Dharma. "Terima kasih buat PPNP dan Kemdiktisaintek yang sudah melaksanakan Program Mahasiswa Berdampak di Koto Tinggi,” ujar Surya Ari Dharma saat mengakhiri sambutannya.    

Mahasiswa hadir bukan hanya untuk belajar, tetapi untuk berdampak


Humas PPNP

/

5

Ulas Sekarang