MALAYSIA – Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang terus memperluas jejaring kerja sama internasional melalui partisipasi Studio Teater Fakultas Seni Pertunjukan dalam Program Kerja Sama Pertunjukan Teater bersama Fakulti Muzik dan Seni Persembahan (FMSP), Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia. Kegiatan yang berlangsung pada 21–25 Juli 2026 di Kampus UPSI, Tanjong Malim, Perak, Malaysia, menjadi wadah penguatan kolaborasi akademik dan artistik antara Indonesia dan Malaysia.
Puncak kegiatan ditandai dengan pementasan Nata Sukma Complex, karya yang ditulis sekaligus disutradarai oleh dosen Program Studi Teater ISI Padangpanjang, Tatang Rusmana, pada 23–24 Juli 2026 di Panggung Budaya Fakulti Muzik dan Seni Persembahan UPSI. Pertunjukan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Studio Teater ISI Padangpanjang dan Rumah Bakat FMSP UPSI, yang mencerminkan sinergi seni pertunjukan lintas negara.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen kedua institusi dalam memperkuat kerja sama melalui pertukaran pengalaman, pengembangan kompetensi mahasiswa, serta penciptaan karya seni yang melibatkan sivitas akademika dari Indonesia dan Malaysia. Selain pementasan, rangkaian kegiatan juga mencakup diskusi, lokakarya, dan proses kreatif bersama yang memberikan ruang bagi peserta untuk saling berbagi pengetahuan, kreativitas, dan perspektif budaya.
Tatang Rusmana menyampaikan bahwa Nata Sukma Complex bukan sekadar sebuah pertunjukan, tetapi juga menjadi media dialog budaya yang mempertemukan seniman, dosen, dan mahasiswa dari dua negara.
"Nata Sukma Complex tidak hanya menghadirkan sebuah pertunjukan teater, tetapi juga menjadi medium dialog budaya. Proses kolaborasi bersama sivitas akademika UPSI memperlihatkan bahwa seni mampu melampaui batas geografis, mempertemukan berbagai perspektif, sekaligus melahirkan pengalaman artistik yang baru bagi seluruh peserta. Saya berharap kerja sama seperti ini terus berlanjut sebagai ruang pembelajaran bersama bagi generasi seniman di Indonesia dan Malaysia," ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi internasional memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa karena mereka terlibat secara langsung dalam seluruh proses penciptaan karya, mulai dari eksplorasi gagasan, latihan bersama, hingga pementasan di panggung internasional. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan artistik sekaligus meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi dinamika dunia seni pertunjukan yang semakin terbuka dan kolaboratif.
Delegasi ISI Padangpanjang yang mengikuti program ini terdiri atas dosen dan mahasiswa Studio Teater Fakultas Seni Pertunjukan. Dalam produksi Nata Sukma Complex, para aktor yang terlibat antara lain Yuniarni, Husin, Dwi Setiawan, M. Andreanda, Ananda Rahmat, Sharief, Alya Raudhatul, dan Jersie Liyoni. Pertunjukan turut didukung oleh Asripal Fahmi sebagai penata musik, Ari Wirya Saputra sebagai penata cahaya, Andre sebagai penata artistik, Desra Imelda sebagai penata kostum, Renal sebagai visual jockey, serta Wawan sebagai penata grafis.
Bagi ISI Padangpanjang, partisipasi dalam program ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk menampilkan kualitas karya seni di tingkat internasional, tetapi juga memperkuat kapasitas dosen dan mahasiswa dalam membangun jejaring profesional dan berinteraksi di lingkungan akademik global. Melalui proses kreatif yang kolaboratif, peserta memperoleh pengalaman bertukar perspektif artistik, memahami pendekatan penciptaan karya dari berbagai latar budaya, serta membangun hubungan kerja sama yang berkelanjutan.
Keikutsertaan Studio Teater ISI Padangpanjang dalam program ini sekaligus menegaskan komitmen institusi dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi seni. Seni pertunjukan tidak hanya diposisikan sebagai medium ekspresi artistik, tetapi juga sebagai sarana diplomasi budaya yang mempererat hubungan antarmasyarakat dan antarbangsa.
Melalui berbagai kolaborasi internasional yang terus dikembangkan, ISI Padangpanjang berupaya menghadirkan ekosistem pendidikan seni yang terbuka, adaptif, dan berdaya saing global, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan seni, budaya, dan inovasi yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di tingkat nasional maupun internasional.







