Institut Teknologi Bandung (ITB) menyerahkan fasilitas penyediaan air bersih kepada masyarakat Nagari Salareh Aia, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Jumat (3/4/2026). Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan masyarakat setelah bencana banjir bandang melalui kolaborasi multipihak.
Program tersebut dilaksanakan ITB bersama Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI), dengan dukungan dari Ikatan Alumni ITB (IA ITB), Rumah Amal Salman yang membantu pembangunan infrastruktur, serta Paragon Corp yang menyalurkan bantuan pangan berupa 200 paket bingkisan kepada warga terdampak.
Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T. menyampaikan bahwa kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci untuk percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
“Penyediaan akses air bersih merupakan langkah fundamental dalam mendukung kesehatan masyarakat sekaligus mempercepat pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi warga,” ujarnya.
Ketua Ikatan Istri Dokter Indonesia, Usanti, menjelaskan bahwa pihaknya menggandeng Rumah Amal Salman untuk membangun kembali jaringan pipa air yang rusak akibat bencana. Pembangunan ini didanai dari donasi masyarakat yang dihimpun untuk korban bencana di Sumatra.
Jaringan pipa berbahan HDPE sepanjang 4,1 kilometer kini telah terpasang dan menjangkau permukiman warga di Salareh Aia. Infrastruktur ini melayani 281 keluarga atau sekitar 1.000 jiwa, dengan kapasitas distribusi air mencapai 30.000 liter per hari. Selain itu, lebih dari 10 titik keran hidran dibangun untuk memudahkan akses air bersih bagi masyarakat.
Ketua Pengurus Rumah Amal Salman, Mipi Ananta Kusuma, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemulihan berkelanjutan di wilayah terdampak bencana.
“Program penyediaan air bersih ini merupakan hasil kolaborasi banyak pihak dalam upaya memulihkan martabat warga terdampak bencana di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam,” ujarnya.
Ia menambahkan, sistem penyediaan air bersih tersebut juga menjangkau fasilitas layanan kesehatan setempat, termasuk puskesmas yang kini terbantu dalam melayani sekitar 150 pasien.
Pembangunan jaringan pipa turut melibatkan lebih dari 50 warga setempat. Keterlibatan ini tidak hanya mempercepat proses pembangunan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi serta menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap infrastruktur yang dibangun.
Program ini diharapkan dapat menjadi fondasi awal bagi pemulihan kehidupan masyarakat di Nagari Salareh Aia, sekaligus menjadi contoh kolaborasi berkelanjutan dalam penanganan pascabencana.
ITB Hadirkan Akses Air Bersih untuk Warga Agam, Sumatra Barat, Bantu Pemulihan Pascabencana
Kampus Kita
03 April 2026 | 12.00 WIB

Kolaborasi
ITB Berdampak
Pemulihan Pascabencana
Bencana Sumatra Barat
Institut Teknologi Bandung
/
5
Ulas Sekarang
Baca Juga

Riset Berdampak, Internasionalisasi dan Peran Kampus dalam Pembangunan Berkelanjutan
Kabar
20 November 2025 | 13.45 WIB

Sinergi Ditjen Dikti, LPDP, dan Nuffic Neso Indonesia Perkuat SDM Indonesia melalui 'Joint Scholarship Program'
Kabar
19 April 2021 | 22.47 WIB

Pemerintah Peduli Keberlanjutan Pendidikan Mahasiswa di PTN maupun PTS
Kabar
03 July 2020 | 17.45 WIB



