Sydney, 14 Juli 2026, Duta Besar Republik Indonesia KBRI Canberra untuk Australia dan Vanuatu, Dr. Siswo Pramono, bersama Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Yuli Rahmawati, menghadiri dan menjadi narasumber pada Konferensi Internasional Pelajar Indonesia (KIPI) 2026 yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPI Australia) pada 13–14 Juli 2026 di Susan Wakil Health Building, The University of Sydney.
Mengusung tema “Navigating Global Uncertainty with Clarity and Purpose: Moving toward a Better Future,” KIPI 2026 diikuti oleh 150 peserta yang terdiri atas mahasiswa, akademisi, peneliti, profesional, dan pembuat kebijakan Indonesia. Selama dua hari, konferensi menghadirkan enam sesi panel pleno, enam sesi paralel, serta 55 presentasi hasil penelitian dan policy brief oleh mahasiswa Indonesia dari berbagai perguruan tinggi di Australia. Kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda Indonesia untuk bertukar gagasan, mempresentasikan hasil riset, serta memperkuat kolaborasi lintas disiplin dalam mendukung pembangunan Indonesia.
Dalam keynote speech berjudul “Towards Indonesia–Australia Economic Powerhouse: Strategic Linkage Between Australia’s Great North and Eastern Part of Indonesia,” Duta Besar RI menegaskan bahwa pendidikan tinggi, riset, inovasi, dan penguatan kapasitas STEM merupakan fondasi penting dalam memperkuat Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia–Australia. Duta Besar juga menyoroti peluang kerja sama di bidang investasi, industri, dan konektivitas strategis, khususnya melalui pengembangan hubungan antara Australia Utara dan Indonesia Timur untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kedua negara.
Pada sesi Language, Education, Art, Design, Pop Culture, and Media, Prof. Yuli Rahmawati menyampaikan paparan “Education, Language, and Culture: Building Bridges in Indonesia–Australia Relations” bersama Wishnutama Kusubandio. Paparan Atdikbud menegaskan bahwa pendidikan, bahasa, dan budaya merupakan fondasi hubungan Indonesia dengan Australia melalui penguatan kemitraan perguruan tinggi, kolaborasi riset, peluang beasiswa, mobilitas mahasiswa dan dosen, serta berbagai program diplomasi pendidikan KBRI Canberra, seperti Indonesian Teaching Assistant (Guru Bantu), penguatan pembelajaran Bahasa Indonesia, BIPA, Indonesian Film Festival, konsorsium perguruan tinggi Indonesia dengan Australia, dan pemberdayaan diaspora Indonesia sebagai global ambassadors.
Dalam sesi yang sama, Wishnutama Kusubandio menekankan bahwa kreativitas dan inovasi merupakan kunci daya saing Indonesia di masa depan. Menurutnya, ekosistem inovasi perlu dibangun melalui pengembangan talenta kreatif, dukungan kebijakan pemerintah, penguatan research pipeline serta kolaborasi yang erat antara pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan masyarakat.
KIPI 2026 juga menghadirkan diskusi mengenai transformasi ekonomi, kesehatan, hubungan internasional, keberlanjutan, energi, serta teknologi. Pada sesi Economic Transformation, Entrepreneurship, and Financial Technology, Lydia Santoso memaparkan peluang dan tantangan investasi antara Indonesia dan Australia, sementara Dr. Krisna Gupta menjelaskan peran Danantara Indonesia dalam mendukung investasi strategis nasional dan memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara. Pada sesi Health, (Bio)medicine, and Wellbeing, Dr. Anthony Sunjaya membahas pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dalam layanan kesehatan dan memperkenalkan INDERA sebagai jejaring peneliti Indonesia di Australia, sedangkan Dr. Audrey Adji menekankan pentingnya integrasi ilmu kedokteran dan rekayasa (medical and engineering) dalam menghasilkan inovasi teknologi kesehatan.
Selain sesi pleno, 55 mahasiswa Indonesia mempresentasikan hasil penelitian dalam enam sesi paralel yang mencakup bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, hubungan internasional, keberlanjutan, teknik, dan inovasi digital. Forum ini menunjukkan kontribusi nyata mahasiswa Indonesia di Australia dalam menghasilkan rekomendasi berbasis bukti bagi pembangunan nasional sekaligus memperkuat jejaring akademik, profesional, dan kolaborasi Indonesia–Australia.
Melalui KIPI 2026, KBRI Canberra menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat diplomasi pendidikan, riset, dan inovasi serta mendorong mahasiswa Indonesia menjadi agen perubahan, pemimpin masa depan, dan jembatan kolaborasi yang mempererat hubungan Indonesia dan Australia.






