Kemdiktisaintek Ajak Pemimpin Perguruan Tinggi Hadirkan Transformasi di Kampus

Kabar

10 September 2026 | 13.30 WIB

Kemdiktisaintek Ajak Pemimpin Perguruan Tinggi Hadirkan Transformasi di Kampus

Tangerang – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong lahirnya pemimpin perguruan tinggi yang mampu melihat perubahan secara luas, membangun jejaring, dan menerjemahkan pembelajaran menjadi langkah nyata di institusinya. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco saat menutup rangkaian Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi (AKPT) tahap pertama, Selasa (8/9).

Dalam kesempatan tersebut, Sesjen Kemdiktisaintek menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi sumber daya manusia (SDM), yang dapat menjadi kekuatan dalam mendorong transformasi. Disampaikan Sesjen Badri bahwa hal itu perlu dibangun, melalui kepemimpinan yang mampu membaca kebutuhan, dan menggerakkan sumber daya yang dimiliki. 

“Kepemimpinan pendidikan tinggi perlu dibangun dengan perspektif yang luas dan kemampuan untuk membawa perubahan. Pemimpin perguruan tinggi diharapkan tidak hanya mampu mengelola institusi, tetapi juga memiliki visi, integritas, kemampuan beradaptasi, serta wawasan global. Karena itu kita membutuhkan pemimpin perguruan tinggi yang visioner, berintegritas, transformatif, adaptif, dan berwawasan global,” kata Sesjen Kemdiktisaintek.

Pendidikan tinggi Indonesia disebutnya, akan semakin kuat ketika perguruan tinggi dapat saling belajar dan tidak berjalan sendiri-sendiri. Semangat kolaborasi tersebut menjadi semakin penting seiring dengan tantangan pendidikan tinggi, yang semakin kompleks. Untuk itu jejaring yang telah terbentuk selama AKPT diharapkan terus dijaga, dan dikembangkan melalui pertukaran pengalaman dan kolaborasi.

“Kolaborasi menjadi salah satu bagian penting dalam proses tersebut. Perlu konsolidasi dengan berbagai unsur, untuk mengidentifikasi kebutuhan dan langkah yang dapat dilakukan,” tegas Sesjen Badri.

Hadirkan Transformasi

Pada AKPT tahap pertama ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga diajak melakukan refleksi terhadap institusi masing-masing, melihat apa yang telah berjalan baik, apa yang perlu diperbaiki, dan perubahan apa yang dapat mulai dilakukan.

Pembelajaran AKPT selanjutnya akan berlangsung sebagai satu learning journey yang terintegrasi. Peserta tidak hanya belajar melalui diskusi, tetapi juga melihat praktik baik, memahami berbagai pendekatan kepemimpinan, dan memperkaya gagasan transformasi untuk dibawa kembali ke institusi masing-masing.

“Keberhasilan AKPT pada akhirnya tidak diukur dari selesainya kegiatan, namun dari sejauh mana pembelajaran yang dapat diperoleh, diterjemahkan menjadi perubahan nyata di masing-masing perguruan tinggi” pungkas Sesjen Badri.

Kemdiktisaintek terus berupaya untuk menghadirkan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi yang inklusif, adaptif, dan berdampak. Dalam konteks AKPT, visi tersebut diterjemahkan melalui proses pembelajaran yang membuka perspektif, mendorong peserta beradaptasi dengan perubahan, serta mengarahkan hasil pembelajaran pada perubahan nyata di institusi masing-masing.

Melalui AKPT, Kemdiktisaintek mendorong terbentuknya ekosistem kepemimpinan pendidikan tinggi yang saling belajar dan bertumbuh. Pembelajaran yang diperoleh peserta diharapkan menjadi bekal untuk memperkuat institusi, mengembangkan talenta unggul, membangun kolaborasi, dan menghadirkan dampak nyata bagi kemajuan Indonesia.

Dengan kepemimpinan yang visioner, berintegritas, transformatif, adaptif, dan berwawasan global, pendidikan tinggi Indonesia diharapkan semakin mampu menghadapi perubahan serta mengambil peran dalam mendorong transformasi ekonomi dan sosial.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak


/

5

Ulas Sekarang