Jakarta — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menghadiri acara Final & Awarding Pertamina Goes to Campus (PTGC) 2025 yang diselenggarakan di Grha Pertamina pada Rabu (17/9). Acara ini menjadi momentum perayaan ide-ide terbaik generasi muda dalam memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong hilirisasi industri berbasis inovasi. Salah satu hal yang menarik dari program ini adalah lomba debat berbahasa Inggris yang membantu membangun kemampuan berpikir kritis dan berargumentasi.
Dalam paparan utamanya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan kontribusi generasi muda melalui karya nyata.
“Jadikan PTGC sebagai langkah awal untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. Hasilkan karya yang berdampak, dan jadilah generasi yang cerdas, bertanggung jawab, dan berkarakter”, tegasnya.
Setelah itu, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, M. Fauzan Adziman, menambahkan strategi praktis dalam pengembangan kapasitas SDM unggul serta pentingnya membangun potensi bangsa melalui inovasi.
“Yang terpenting bukan posisi kita, tetapi potensi kita. Untuk mengembangkan karier dan inovasi, ada lima strategi kunci: bertahap (step by step); target oriented; open minded; realistis dan terukur; serta selalu ingat ‘You’—sumber daya manusianya. Kunci utamanya adalah membangun cerita dan narasi yang menjadikan potensi itu nyata”, jelasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina, Simon, menyoroti pergeseran peran mahasiswa dalam PTGC 2025 serta kaitannya dengan fondasi riset.
“Pada PTGC kali ini mahasiswa hadir memberi sumbangan pemikiran penting terkait trilema energi: keamanan, keterjangkauan, dan keberlanjutan. Ada ide yang out-of-the-box, ada yang siap diaplikasikan, dan ada yang perlu penyempurnaan. Riset dan kolaborasi multisektoral menjadi fondasi percepatan inovasi, dan ini mendorong kami untuk memperbanyak dukungan bagi solusi riset yang nyata.”
Komisaris Utama PT Pertamina, Mochamad Iriawan, turut menekankan mandat nasional serta peran generasi muda dalam membangun masa depan energi.
“Amanat Presiden tentang swasembada energi dan penguatan SDM memberi arah yang jelas: memperkokoh ketahanan energi nasional. Indonesia memiliki potensi besar untuk energi terbarukan, yang akan optimal bila dipadukan dengan teknologi modern dan efisiensi. Generasi muda tidak hanya harus mencari solusi, tetapi juga berani mewujudkan gagasan menjadi tindakan yang membawa manfaat bagi seluruh negeri.”
Melalui Pertamina Goes to Campus (PTGC) 2025, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama Pertamina menegaskan komitmen dalam mempersiapkan generasi muda unggul yang berdaya saing, berkarakter, dan berorientasi pada solusi. Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri diyakini akan mempercepat lahirnya inovasi nyata untuk memperkuat ketahanan energi dan mendorong hilirisasi berbasis riset.
Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak #DiktisaintekSigapMelayani #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif





