Jakarta-Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto membahas dukungan riset dan penguatan kolaborasi perguruan tinggi dalam program Tanggul Laut atau Giant Sea Wall (GSW). Pembahasan dilakukan bersama Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (Wamen KKP) sekaligus Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ), Didit Herdiawan Ashaf di Kantor Kemdiktisaintek, Kamis (26/2).
Menteri Brian menegaskan komitmen untuk mendukung program GSW sebagai program strategis nasional melalui riset multidisipliner, baik sosial maupun teknis yang melibatkan perguruan tinggi terutama di wilayah jawa yang terdampak langsung.
Menteri Brian menambahkan bahwa dukungan ini akan diselaraskan dengan kebutuhan lapangan berdasarkan arahan BOPPJ. Selain melalui penguatan kolaborasi riset, dukungan lainnya akan diwujudkan melalui pengiriman perwakilan dari Kemdiktisaintek untuk bergabung ke dalam tim BOPPJ sebagai penyambung koordinasi dan tindak lanjut dukungan riset. Mendiktisantek juga menambahkan akan membentuk Satgas Pendukung Program BOPPJ.
“Tujuannya sebagai pintu masuk bagi komunikasi dengan insan akademik. Kami akan melibatkan seluruh dosen dari kampus-kampus yang tadi disampaikan untuk bergabung dalam satgas tersebut, sehingga nanti seluruh bidang akan dapat ditangani oleh Satgas ini,” jelas Mendiktisaintek.
Lebih lanjut, pembangunan GSW ini diharapkan tidak hanya menghasilkan infrastruktur proteksi pesisir, tetapi dapat menjadi laboratorium hidup bagi perguruan tinggi, sehingga Menteri Brian juga menekankan pentingnya transfer pengetahuan dan penguasaan teknologi dalam proyek strategis ini.
“Dengan melibatkan sumber daya manusia dari kampus, nantinya kita akan memiliki kemampuan untuk merawat, membangun, bahkan kita tidak perlu konsultan dan tenaga pembangunannya juga dapat mandiri,” tegas Menteri Brian.
Wamen Didit menyambut baik dukungan yang akan diberikan Kemdiktisaintek dalam program priritas nasional ini. Ditambahkan bahwa pelaksanaan program ini mengutamakan efisiensi anggaran melalui optimalisasi fasilitas pemerintah yang ada serta penguatan koordinasi lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah di lima provinsi wilayah Pantura Jawa.
“Dengan kondisi seperti ini, kami mohon bantuanya dari teman-teman di universitas, para ahli yang bisa kami libatkan bersama-sama,” jelas Wamen Didit.
Melalui sinergi ini, Kemdiktisaintek dan BOPPJ sepakat untuk segera menindaklanjuti kerja sama secara konkret, termasuk pelibatan perguruan tinggi dalam perumusan topik riset prioritas serta penguatan komunikasi publik berbasis kajian ilmiah.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif





