Jakarta — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto bertemu dengan Direktur Utama PT Medco Energy, Hilmi Panigoro serta jajaran PT Pertamina (Persero) untuk membahas peluang kolaborasi riset dan pengembangan teknologi di bidang energi, khususnya pengembangan bahan bakar berbasis sumber daya terbarukan, Selasa (11/8).
Pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong pemanfaatan sumber daya dalam negeri guna memperkuat ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan terhadap impor. Pembahasan turut mencakup penguatan ekosistem riset dan industri melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia industri, dan peneliti.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah bahan baku untuk pengembangan bahan bakar terbarukan turut dibahas, antara lain used cooking oil (UCO), tandan kosong kelapa sawit (TKKS), molasses, dan singkong, termasuk peluang pengembangan teknologi second-generation biofuel. Pembahasan juga mencakup tantangan ketersediaan bahan baku serta kebutuhan pengembangan teknologi yang sesuai dengan kondisi Indonesia.
Mendiktisaintek, Brian Yuliarto menekankan pentingnya membangun ekosistem kolaborasi yang mempertemukan kebutuhan industri, dengan kapasitas riset dan teknologi. Salah satu gagasan yang dibahas adalah pengembangan konsorsium dan pilot project, sebagai ruang untuk menguji teknologi secara bertahap.
“Kita bikin seperti konsorsium. Mungkin bisa jadi pilot teknologi. Sehingga ada pembelajaran,” ujar Menteri Brian.
Pengembangan pilot project menjadi bagian dari proses pengujian dan pembelajaran dalam pengembangan teknologi. Melalui pengujian secara bertahap, hasil yang diperoleh dapat menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan teknologi pada tahap berikutnya.
Bagi Kemdiktisaintek, keterhubungan antara perguruan tinggi, peneliti, dan dunia industri merupakan bagian penting dari arah kebijakan Diktisaintek Berdampak. Penguatan kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong riset dan inovasi agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat, dunia usaha dan dunia industri, serta tantangan pembangunan nasional.
Pertemuan Mendiktisaintek dengan PT Medco Energy, dan PT Pertamina (Persero) ini menjadi salah satu ruang untuk memperkuat komunikasi dan membuka peluang kolaborasi antara ekosistem riset dan industri, khususnya dalam pengembangan teknologi energi. Kemdiktisaintek akan terus mendorong ekosistem pendidikan tinggi, sains, dan teknologi yang kolaboratif agar hasil riset dan inovasi dapat terus dikembangkan menuju pemanfaatan yang memberikan dampak bagi masyarakat dan pembangunan Indonesia.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#PentingSaintek
#KampusBerdampak






