Kemdiktisaintek Dukung Kolaborasi Menuju Kedaulatan Digital di Ecosystem Forum 2025

Kabar

14 August 2025 | 11.12 WIB

Kemdiktisaintek Dukung Kolaborasi Menuju Kedaulatan Digital di Ecosystem Forum 2025

Jakarta— Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menghadiri Ecosystem Forum dengan tema “Kedaulatan Digital, Kebangkitan Teknologi Nasional” di Perpustakaan Habibie & Ainun, Jakarta, pada Rabu (13/08). Ecosystem Forum 2025 diselenggarakan sebagai wadah sinergi dan diskusi yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan komunitas guna memperkuat kolaborasi strategis dalam membangun ekosistem digital nasional yang sehat, inklusif, dan berdaya saing tinggi.

Sebagai salah satu pemateri dalam acara ini, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Fauzan Adziman, menegaskan pentingnya membangun fondasi pengembangan digital nasional.

“Kami melihat kebutuhan untuk membangun ekosistem pengembangan digital di Indonesia saat ini sangat mendesak. Upaya yang dilakukan tidak hanya berhenti pada penguatan riset, tetapi juga mencakup pembinaan talenta muda, pengembangan kapasitas inovasi, serta proses hilirisasi indutri agar hasil riset benar-benar bisa diterapkan dan dirasakan manfaatnya. Semua langkah ini harus didukung oleh kebijakan yang bersifat adaptif sehingga mampu mengiktui dinamika perkembangan teknologi yang begitu cepat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dirjen Fauzan menjelaskan kontribusi sains dan teknologi digital dalam mendorong sektor-sektor strategis nasional.

“Kami berkomitmen mengarahkan pengembangan sains dan teknologi digital agar memberi dampak langsung pada sektor riil. Fokus kami antara lain mendukung swasembada pangan, memperkuat ekonomi kreatif, meningkatkan pelayanan kesehatan, mempercepat hilirisasi, serta mendorong industrialisasi berbasis inovasi. Semua inisiatif ini bertujuan bukan hanya untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan pemerataan manfaatnya ke seluruh lapisan masyarakat,”. Tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/wakil Kepala Bappenas, Febrian Alphyanto, menyebut kedaulatan digital sebagai keharusan yang harus diwujudkan dengan langkah konkret.

“Kedaulatan digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Perkembangan teknologi yang sangat cepat menuntut kita memastikan arah transformasi digital sejalan dengan visi negara. Indonesia harus bertransformasi dari sekadar pengguna menjadi pencipta teknologi. Kita perlu membangun infrastruktur digital yang aman, tata kelola data adaptif, literasi digital, serta inovasi dan kemandirian industri. Dengan investasi dan pengembangan SDM, Indonesia mampu melangkah lebih jauh demi kemajuan dan kemakmuran bangsa,” ujarnya.

Melengkapi pandangan tersebut, Ketua Tim Pelaksana Dewan TIK Nasional Sekaligus Kepala Badan Riset dan Teknologi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) , Ilham Akbar Habibie, menegaskan bahwa teknologi tidak dapat berkembang tanpa dukungan ekosistem industri yang solid.

“Teknologi tidak bisa berdiri sendiri; ia harus didukung oleh proses industri yang terintegrasi. Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar slogan, tetapi sebuah perjalanan bersama menuju Indonesia Emas. Kedaulatan digital bukan berarti swasembada penuh, melainkan kemampuan mengelola interdependency dengan bijak sehingga kita tidak terjebak dalam ketergantungan tunggal. Semua ini merupakan bagian dari visi besar yang harus diimplementasikan secara berkesinambungan, dan forum ini menjadi salah satu pijakan pentingnya, “jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (MIKTI), Andy Zaky, juga menyoroti pentingnya kolaborasi untuk membangkitkan kembali teknologi nasional.

“Sejarah lahirnya pesawat N250 membuktikan bahwa anak bangsa mampu menguasai teknologi. Semangat itu harus kita hidupkan kembali melalui forum seperti ini, yang mempertemukan berbagai pihak untuk menjalin kolaborasi dan mendorong kedaulatan digital. Dengan demikian, kita bisa membangkitkan kembali kejayaan teknologi nasional,” ungkapannya.

Sebagai bagian dari peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional 2025, Ecosystem Forum ini mengingatkan kembali perjalanan teknologi Indonesia yang sejak era 1980-1990-an telah menorehkan prestasi strategis, seperti keberhasilan mengoperasikan satelit sendiri dan lahirnya pesawat N250 karya anak bangsa. Dalam menghadapi era transformasi digital yang menyentuh seluruh sektor kehidupan, forum yang dihadiri oleh pelaku industri, akademisi, komunitas, dan pemerintah ini menjadi momentum untuk memperkuat kedaulatan digital, mendorong inovasi lintas sektor, dan memperkuat jejaring kolaborasi demi terwujudnya ekosistem digital nasional yang inklusif, sehat, dan kompetitif.

/

5

Ulas Sekarang