Seminar Dampak Program Mahasiswa Berdampak 2025 Tampilkan Kontribusi Nyata Mahasiswa bagi Masyarakat

Kabar

06 June 2026 | 19.15 WIB

Seminar Dampak Program Mahasiswa Berdampak 2025 Tampilkan Kontribusi Nyata Mahasiswa bagi Masyarakat

Yogyakarta - Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bekerja sama dengan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Seminar Dampak Pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak Tahun Anggaran 2025 di Amphitarium Kampus 4 UAD pada 5-7 Juni 2026.


Kegiatan ini menjadi ruang diseminasi hasil pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak Tahun Anggaran 2025 sekaligus forum evaluasi untuk mengukur capaian dan dampak program yang telah dilaksanakan mahasiswa bersama dosen pendamping di berbagai daerah di Indonesia. Seminar ini diikuti oleh 60 tim terpilih yang terdiri atas dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang mempresentasikan hasil kegiatan, inovasi, serta dampak yang dirasakan masyarakat mitra.


Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Fauzan Adziman, menegaskan bahwa Program Mahasiswa Berdampak dirancang untuk membangun talenta mahasiswa yang mampu menerjemahkan ilmu pengetahuan menjadi solusi nyata bagi masyarakat.


“Kita memiliki sekitar sepuluh juta mahasiswa di perguruan tinggi. Mereka adalah ujung tombak bagaimana masyarakat dapat merasakan manfaat dari inovasi, hasil riset, dan pemikiran yang lahir dari kampus. Karena itu, sesuatu yang dibangun dari mahasiswa dan oleh mahasiswa merupakan motor penting dalam menghadirkan dampak nyata bagi negeri,” ujarnnya.


Menurut Dirjen Fauzan, program ini mengedepankan kolaborasi lintas disiplin melalui pendekatan collective intelligence, di mana mahasiswa dari berbagai bidang ilmu bersama-sama mengidentifikasi persoalan dan menghadirkan solusi berbasis empati serta data. Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2025 terdapat 957 usulan program , dengan 263 proposal didanai melalui dukungan anggaran sebesar Rp30,1 miliar dan melibatkan 199 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.


“Yang ingin kita ukur bukan hanya aspek administratif dan teknis, tetapi sejauh mana masyarakat benar-benar merasakan perubahan, kapasitas lokal tumbuh, dan ilmu pengetahuan maupun teknologi berkembang di komunitas. Seminar ini menjadi fondasi untuk membangun program yang lebih kokoh dan berkelanjutan ke depan,” tambahnya.


Mewakili Rektor UAD, Wakil Rektor Bidang Akademik UAD, Sunardi, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UAD sebagai tuan rumah penyelenggaraan seminar. Ia menilai tema dampak yang diusung program ini sejalan dengan semangat perguruan tinggi untuk memastikan hasil riset dan pengabdian memberikan manfaat luas bagi masyarakat.


“Harapannya, penelitian dan pengabdian yang dilakukan tidak hanya bermanfaat bagi kampus atau penelitinya saja, tetapi benar-benar memberikan maslahat dan dampak yang dirasakan masyarakat. Program seperti ini menunjukkan bagaimana inovasi dan pengabdian dapat menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan di tengah masayrakat,” ujarnya.


Sementara itu, Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, I Ketut Adnyana, menjelaskan bahwa Seminar Dampak merupakan bagian penting dari evaluasi dan penyempurnaan program yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2025.


“Program Mahasiswa Berdampak lahir dari semangat untuk memberikan kepada mahasiswa agar dapat berkontribusi langsung menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat. Mahasiswa memiliki energi, idealisme, dan ide-ide brilian yang perlu difasilitasi agar menghasilkan perubahan yang konkret,” tegasnya.


Ia menjelaskan bahwa konsep “berdampak” yang diusung program ini mencakup tiga dimensi utama, yaitu dampak akademik, dampak sosial, dan dampak ekonomi. Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya memperkaya pengelaman belajar, tetapi juga meninggalkan warisan berupa perubahan perilaku, peningkatan kapasitas masyarakat, hingga penguatan ekonomi lokal. 


Pada kesempatan tersebut, Direktur Ketut juga mengungkapkan bahwa Program Mahasiswa Berdampak Tahun Anggaran 2026 akan segera diluncurkan. Ia berharap antusiasme dosen dan mahasiswa dalam mengembangkan inovasi serta pengabdian masyarakat terus meningkat sehingga semakin banyak solusi yang dapat dihadirkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia.


Selain sesi seminar dan presentasi hasil program, kegiatan ini juga diramaikan dengan gelar karya yang menampilkan berbagai produk dan inovasi hasil Program Mahasiswa Berdampak dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia.


Melalui Seminar Dampak ini, Kemdiktisaintek berharap Program Mahasiswa Berdampak tidak hanya menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.

/

5

Ulas Sekarang