Kemdiktisaintek Dukung Pemprov DKI Jakarta Kembangkan Solusi Teknologi untuk Pengelolaan Sampah

Kabar

30 Juli 2026 | 20.30 WIB

Kemdiktisaintek Dukung Pemprov DKI Jakarta Kembangkan Solusi Teknologi untuk Pengelolaan Sampah

Jakarta-Upaya pengembangan solusi berbasis riset dan teknologi untuk pengelolaan sampah, terus digelorakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Hal ini ditunjukkan saat Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto dalam pertemuan bersama Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di Kantor Gubernur Provinsi DKI Jakarta yang membahas berbagai upaya percepatan penanganan sampah melalui kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, badan usaha, dan sektor swasta, Kamis (30/7).


Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Pramono memaparkan transformasi kebijakan pengelolaan sampah yang kini tidak lagi berorientasi pada pola "angkut-buang", melainkan mengedepankan pendekatan "pilah-angkut-olah". Pemprov DKI juga menjelaskan berbagai langkah yang tengah dilakukan, mulai dari pengembangan fasilitas pengolahan sampah, penguatan DPS 3R, pemanfaatan RDF, hingga pengembangan pembangkit listrik tenaga sampah.


Menanggapi hal tersebut, Menteri Brian menyampaikan bahwa Kemdiktisaintek mendapat arahan Presiden untuk turut mendukung penyelesaian persoalan sampah melalui pemanfaatan inovasi dan teknologi.


"Dari Bapak Presiden memang meminta kami bersama-sama mencari teknologi-teknologi apa yang mungkin untuk menyelesaikan masalah,” tutur Mendiktisaintek.


Mendiktisaintek juga menjelaskan bahwa pengelolaan sampah perlu dimulai dari pemilahan di sumber karena menjadi faktor penting bagi efektivitas berbagai teknologi pengolahan.


Menurut Menteri Brian, Kemdiktisaintek telah mengidentifikasi berbagai inovasi hasil riset perguruan tinggi, yang berpotensi mendukung pengelolaan sampah di Jakarta.


“Kami bersama-sama kemudian mencari teknologi-teknologi yang sudah dikembangkan di kampus-kampus. Bersama Kepala Dinas juga sudah melakukan kajian-kajian di DKI,” ungkap Mendiktisaintek.


Menteri Brian menyebut sejumlah teknologi, seperti biodigester, komposting, hingga hydrothermalcarbonization (HTC), dapat menjadi alternatif yang disesuaikan dengan karakteristik sampah dan kebutuhan di lapangan.


Selain teknologi, Menteri Brian menilai pendekatan desentralisasi melalui penguatan fasilitas pengolahan di tingkat wilayah dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah sekaligus menekan biaya transportasi.


Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Pramono juga menyampaikan bahwa pemerintah provinsi membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, BUMN, dan swasta, untuk mengembangkan berbagai model pengolahan sampah yang telah menunjukkan hasil pada proyek percontohan.


Dengan kolaborasi ini, diharapkan dapat memperkuat pemanfaatan inovasi dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah di perkotaan, berbasis riset yang dihasilkan oleh perguruan tinggi.



Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak



/

5

Ulas Sekarang