Jakarta-Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menerima hibah karya seni sebanyak lebih dari 30 karya dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Karya seni yang diserahkan berupa karya seni dua dimensi hasil kreasi mahasiswa dan dosen. Penyerahan karya seni dilakukan di Kantor Kemdiktisaintek, Senin (5/1).
Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemdiktisaintek, Togar Mangihut Simatupang menyampaikan apresiasi atas kontribusi ISI Surakarta dalam pelestarian budaya dan kearifan lokal.
“Di gedung ini (Kemdiktisaintek, red) perlu kita hadirkan sinergi antara seni dan sains sehingga merepresentasikan, atau memberikan kesan mengenai perspektif baru yang memberikan semangat dalam suasana kerja,” tutur Sesjen Togar.
Penyerahan karya seni merupakan implementasi dari arahan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menekankan pentingnya sinergi antara sains, teknologi, dan seni dalam mewujudkan ekosistem pendidikan tinggi yang berkarakter dan berdampak.
Sejalan dengan itu, Rektor ISI Surakarta, Bondet Wrahatnala menjelaskan bahwa penyerahan karya seni, merupakan wujud nyata kontribusi perguruan tinggi seni kepada negara dan implementasi tridharma perguruan tinggi dalam mendukung kemanfaatan karya seni sebagai bagian dari penguatan identitas.
“Karya seni dua dimensi merupakan hasil karya dari mahasiswa serta hasil karya bersama mahasiswa dan dosen dalam bentuk lukisan dan fotografi. Karya-karya ini merupakan luaran proses pendidikan, pembelajaran, dan praktik artistik di lingkungan ISI Surakarta,” jelas Rektor Bondet.
Rektor Bondet juga berharap karya seni ini dapat menambah nilai estetis maupun representasi perguruan tinggi seni di lingkungan Kemdiktisaintek.
Penyerahan hibah dilakukan melalui penandatanganan berita acara serah terima hibah karya seni ISI Surakarta kepada Kemdiktisaintek, yang turut dihadiri oleh Kepala Biro Umum, Humas, dan Pengadaan Barang dan Jasa, Manifes Zubayr serta Kepala Biro Keuangan dan Barang Milk Negara, Agus Sunarya.
Sebagai simbolis penyerahan karya tulis, Sesjen Togar menerima lukisan wayang beber dalam bentuk karya media yang baru. Karya-karya lainnya akan diletakkan di berbagai ruang di lingkungan Kemdiktisaintek.
Melalui hibah karya seni ini, diharapkan sinergi antara seni, sains, dan teknologi dapat terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang inspiratif sekaligus mencerminkan karakter pendidikan tinggi Indonesia.
Kolaborasi ini juga menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi dalam menghadirkan dampak budaya dan intelektual yang berkelanjutan bagi bangsa.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Kemdiktisaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif






