UNDIP, Semarang (21/6) – Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK UNDIP), dr. Maria Ardelia Purwaningrum, Sp.N., menunjukkan kiprah gemilang tidak hanya di dunia medis, tetapi juga di panggung nasional. Dokter spesialis neurologi yang lulus pada tahun 2017 ini berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan masuk Top 6 serta meraih gelar Fan Favorite dalam ajang Miss Universe Indonesia 2024.
Sosok yang akrab disapa dr. Mardel ini menjadi dokter spesialis pertama di Indonesia yang berpartisipasi dalam ajang tersebut. Dalam kompetisi itu, ia mengusung advokasi yang berfokus pada misi di bidang kesehatan dan pendidikan, dengan tujuan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat, meskipun melalui jalur yang tidak konvensional.
“Bagi saya, ajang ini bukan hanya tentang kompetisi atau mengedepankan sisi beauty pageant saja, tetapi juga menjadi kesempatan dan ruang untuk memperluas edukasi kesehatan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terutama dalam mengenalkan bidang neurologi,” ungkap dr. Mardel dalam salah satu kesempatan.
Pasca pencapaiannya di Miss Universe Indonesia 2024, dr. Mardel aktif menjalankan berbagai program edukasi kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat. Kiprahnya ini menjadi bentuk nyata kontribusi di luar praktik klinis sebagai seorang neurolog.
Tak hanya berprestasi di dunia medis dan pageant, dr. Mardel juga dikenal sebagai penulis. Salah satu novel karyanya, Me Versus High Heels, adalah teenlit best-seller yang telah diadaptasi menjadi film layar lebar dan serial, menempatkannya sebagai penulis skenario layar lebar berusia muda saat itu. Baru-baru ini, ia juga merilis buku anak berjudul “Mika & Maka: Berani ke Dokter” yang diterbitkan pada Januari 2026 sebagai salah satu bentuk edukasi melalui media cerita anak yang mudah dipahami, agar anak Indonesia berani dan melawan stigma negatif ketakutan anak terhadap dokter.
Kemampuannya di bidang menulis dan latar belakang medisnya turut membawanya terlibat dalam industri kreatif sebagai Konsultan Medis dalam penulisan (scriptwriting) dan produksi untuk serial Geez and Ann produksi Multivision Plus serta film Racun Sangga produksi Soraya Intercine Films, serta film lain yang masih dalam tahap pra-produksi tahun ini.
Pengalaman profesionalnya juga mencakup keterlibatan sebagai Medical VVIP Team pada ASEAN Summit 2023 yang berkolaborasi dengan Kementerian Sekretariat Negara RI. Selain itu, ia juga sempat dipercaya sebagai tim medis dalam kunjungan Paus Fransiskus apostolik ke Indonesia di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, pada tahun 2024. Keberhasilan dr. Mardel tampil sebagai sosok yang multitalenta dan berprestasi di berbagai bidang medis dan non-medis tidak lepas dari pondasi kuat yang diperolehnya selama menempuh studi di Kampus Diponegoro.
Selain aspek akademik, iklim dinamika kampus di FK UNDIP juga memberikan ruang yang luas bagi dr. Mardel untuk mengasah pengalaman. Keterlibatannya dalam berbagai kegiatan organisasi dan event kedokteran membantunya mengembangkan sisi kepemimpinan (leadership), komunikasi publik, dan manajemen waktu. Melalui berbagai keterlibatannya dalam organisasi dan kegiatan residensi ini pula, ia berhasil membangun jaringan (networking) yang luas dan solid dengan sesama rekan sejawat, senior, maupun lintas profesi. Networking yang kuat inilah yang kemudian membuka berbagai jalan bagi karir dan kolaborasinya di masa depan.
“Pendidikan di PPDS Neurologi Fakultas Kedokteran UNDIP membentuk saya menjadi pribadi yang tangguh, adaptif, dan versatile. Proses akademik yang disiplin, ditambah standar klinis yang tinggi, melatih saya untuk tetap tenang, mampu membagi waktu, bertanggung jawab, serta mencari solusi dalam berbagai situasi yang dinamis. Bagi saya, itu menjadi modal yang sangat berharga, tidak hanya dalam dunia kedokteran, tetapi juga ketika berkompetisi dan menghadapi berbagai tantangan, serta dalam perjalanan saya untuk berkontribusi dalam edukasi, di bidang komunikasi kedokteran, khususnya menjembatani ilmu medis agar dapat dipahami dan diterima dengan lebih baik,” ujar dr. Mardel.
Saat ini, di tengah kesibukannya sebagai neurolog di Rumah Sakit Siloam dan Eka Hospital Jakarta, dr. Mardel tengah melanjutkan studi S2 Magister Komunikasi di LSPR (London School of Public Relations) Jakarta. Ia juga aktif dalam organisasi Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia (PERDOSNI), khususnya di bidang komunikasi, media sosial, dan edukasi masyarakat, serta aktif mengembangkan diri dalam berbagai kegiatan, menjadi host atau pemandu acara, pembicara (speaker) baik materi kedokteran maupun di luar kedokteran, serta menjadi trainer (pelatih) public speaking berkolaborasi dengan berbagai pihak.
Keberhasilan dr. Maria Ardelia Purwaningrum, Sp.N., menjadi bukti nyata atas komitmen tiada henti Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro dalam menyelenggarakan pendidikan kedokteran yang komprehensif. FK UNDIP tidak hanya menempa mahasiswanya dengan keunggulan sains medis, namun juga memfasilitasi pengembangan talenta humaniora dan komunikasi. Hal inilah yang memosisikan alumni FK UNDIP sebagai figur-figur unggul yang adaptif, siap memimpin, dan mampu membawa dampak positif bagi masyarakat luas di berbagai sektor, baik nasional maupun internasional. (Komunikasi Publik/ UNDIP/ Humas FK)








