Mahasiswa KKN Unila Dorong Inovasi Nasional Pengelolaan Sampah Organik Lewat Budidaya Maggot

Kampus Kita

23 February 2026 | 15.30 WIB

Mahasiswa KKN Unila Dorong Inovasi Nasional Pengelolaan Sampah Organik Lewat Budidaya Maggot

(Unila): Universitas Lampung (Unila) melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode I tahun 2026 menghadirkan solusi inovatif pengelolaan sampah organik rumah tangga dengan menginisiasi budidaya maggot di Kelurahan Rajabasa Nunyai, Kota Bandar Lampung. Program ini menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung agenda nasional pengurangan sampah dan penciptaan ekosistem lingkungan berkelanjutan.

Kegiatan sosialisasi dan praktik budidaya maggot dilaksanakan pada 4 Februari 2026 dengan melibatkan masyarakat secara aktif serta diresmikannya Rumah Maggot sebagai pusat pengelolaan sampah organik. Kehadiran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta dosen pembimbing lapangan memperkuat dukungan terhadap program yang dinilai mampu menjawab tantangan pengelolaan sampah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga.

Ketua Tim KKN, Harun Al Rasyid, menegaskan bahwa budidaya maggot merupakan solusi sederhana, murah, dan ramah lingkungan yang dapat diterapkan oleh masyarakat secara mandiri. Melalui pendampingan intensif selama masa KKN, mahasiswa Unila memastikan warga tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan langsung proses budidaya maggot, mulai dari pemilahan sampah organik hingga pemanfaatan hasilnya.

Program ini mendapat apresiasi dari Camat Rajabasa, Rachmatsyah, yang menilai budidaya maggot berpotensi menjadi usaha produktif berbasis lingkungan. Dengan biaya rendah dan lahan terbatas, masyarakat dapat mengelola sampah organik sekaligus menghasilkan nilai tambah ekonomi. Pemerintah daerah menyatakan dukungan penuh agar program ini berlanjut meskipun masa KKN telah berakhir.

Keberadaan Rumah Maggot di Rajabasa Nunyai tidak hanya menjadi simbol komitmen mahasiswa Unila terhadap pengelolaan lingkungan, tetapi juga diharapkan menjadi model nasional yang dapat direplikasi di berbagai daerah. Inovasi ini sejalan dengan kebijakan Kemdiktisaintek dan Komdigi dalam mendorong teknologi tepat guna, pemberdayaan masyarakat, serta penciptaan lingkungan bersih dan sehat.

Dengan semangat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, budidaya maggot di Rajabasa Nunyai menjadi tonggak penting dalam membangun budaya baru pengelolaan sampah organik di Indonesia. Program ini menegaskan bahwa solusi lingkungan tidak hanya berhenti pada teori, tetapi dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan. [Humas]

Inovasi Mahasiswa

Mahasiswa Berdampak

Unila Kampus Berdampak

/

5

Ulas Sekarang

Baca Juga