Mahasiswa KKN Unila Hadirkan Inovasi Nasional Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan

Kampus Kita

20 February 2026 | 12.00 WIB

Mahasiswa KKN Unila Hadirkan Inovasi Nasional Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan

(Unila): Universitas Lampung (Unila) melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode I tahun 2026 menghadirkan inovasi pengelolaan sampah berbasis insinerator minim asap yang dikembangkan di Desa Margo Lestari, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. Inovasi ini menjadi bagian dari kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung agenda nasional pengelolaan lingkungan berkelanjutan dan pengurangan polusi.

Program kerja mahasiswa KKN Unila dirancang sebagai solusi atas kebiasaan masyarakat yang masih membakar sampah secara terbuka akibat keterbatasan fasilitas pembuangan. Melalui pendekatan adaptif, tim KKN menghadirkan insinerator tertutup yang mampu meminimalkan asap, meningkatkan efisiensi pembakaran, serta mengurangi penumpukan sampah rumah tangga maupun sampah ladang.

Ketua tim pelaksana, Fahmi Daris (Teknik Pertanian), menjelaskan pembangunan insinerator dilakukan dengan melibatkan aparatur desa dan masyarakat setempat. Alat ini dirancang dengan tiga lapisan ruang pembakaran, ventilasi, dan penampung abu, menggunakan material tahan panas seperti hebel dan besi berdiameter 8 milimeter. Kapasitasnya cukup besar sehingga dapat dimanfaatkan oleh beberapa rumah tangga sekaligus.

Jenis sampah yang dapat dikelola melalui insinerator ini adalah sampah organik dan sampah yang dapat terurai melalui pembakaran, dengan pengecualian kaca dan karet yang berpotensi menimbulkan asap hitam. Setelah melalui tahap uji coba, tim KKN menggelar sosialisasi dan demonstrasi penggunaan kepada masyarakat. Warga menyambut positif inovasi ini karena terbukti mampu mengurangi asap dan mencegah penumpukan sampah dalam jangka panjang.

Inovasi mahasiswa Unila ini tidak hanya memberi alternatif pengelolaan sampah di tingkat desa, tetapi juga mencerminkan peran aktif perguruan tinggi dalam mendukung kebijakan nasional terkait lingkungan hidup, kesehatan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan. Program ini diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi di berbagai daerah, sejalan dengan komitmen Kemdiktisaintek dan Komdigi dalam mendorong inovasi teknologi tepat guna untuk kesejahteraan masyarakat. [Humas]

Inovasi Mahasiswa

Mahasiswa Berdampak

Unila Kampus Berdampak

/

5

Ulas Sekarang