Mahasiswa KKNT UTM Hadirkan Solusi Air Bersih bagi Warga Sawang, Aceh Utara

Kampus Kita

12 March 2026 | 16.00 WIB

Mahasiswa KKNT UTM Hadirkan Solusi Air Bersih bagi Warga Sawang, Aceh Utara

Aceh Utara, 12 Maret 2026 — Komitmen pengabdian kepada masyarakat kembali ditunjukkan oleh mahasiswa KKNT Kemanusiaan Universitas Trunojoyo Madura melalui aksi nyata di lapangan. Kali ini, mereka menghadirkan solusi atas persoalan akses air bersih dengan memasang alat penjernih air tipe 1354 di sejumlah titik di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.

Program ini menjadi bagian dari kontribusi kampus dalam menjawab kebutuhan mendesak masyarakat, khususnya terkait ketersediaan air bersih yang layak. Tak sekadar menjalankan kewajiban akademik, para mahasiswa juga mengaplikasikan ilmu dan teknologi tepat guna agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga.

Sebanyak delapan unit alat penjernih air telah dipasang di berbagai lokasi strategis, mulai dari fasilitas umum hingga rumah warga. Dua unit di antaranya ditempatkan di Masjid Assa’adah, Desa Payarabo Lhok, guna mendukung kebutuhan air bersih jamaah dan masyarakat sekitar. Sementara itu, dua unit lainnya dipasang di Desa Lancok, dan sisanya didistribusikan ke rumah-rumah warga yang selama ini mengalami kesulitan memperoleh air layak pakai.

Tak hanya melakukan pemasangan, mahasiswa juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan serta perawatan alat. Langkah ini dilakukan agar alat dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Koordinator Desa (Kordes) KKNT Kemanusiaan UTM, Sohib, menegaskan bahwa kegiatan ini berangkat dari kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Ia berharap kehadiran alat penjernih air tersebut mampu meningkatkan kualitas air yang digunakan sehari-hari sekaligus mendorong kesadaran warga dalam merawat fasilitas yang telah diberikan.

Apresiasi datang dari berbagai pihak, termasuk Kepala Desa Payarabo Lhok, Geuchik Zubir, yang menilai program ini sangat membantu masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan air bersih di lingkungan masjid dan permukiman. Hal serupa juga disampaikan oleh Geuchik Desa Lancok, Juanda, yang berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang.

Rasa syukur juga diungkapkan oleh warga penerima manfaat. Mereka mengaku kini dapat menggunakan air yang lebih jernih dan nyaman, serta merasa terbantu dengan adanya pendampingan terkait perawatan alat.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Haryo Triajie, turut mengapresiasi langkah mahasiswa yang dinilai mampu menghadirkan solusi konkret di tengah masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wujud integrasi antara ilmu pengetahuan dan pengabdian yang berdampak langsung.

Melalui program ini, Universitas Trunojoyo Madura kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga aktif berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan masyarakat. Diharapkan, keberadaan alat penjernih air ini dapat memperluas akses air bersih dan meningkatkan kualitas kesehatan serta kesejahteraan warga di Kecamatan Sawang.

/

5

Ulas Sekarang