Kemdiktisaintek Perkuat Ketahanan Nasional melalui Pengembangan Sains dan Teknologi

Kabar

14 January 2026 | 17.45 WIB

Kemdiktisaintek Perkuat Ketahanan Nasional melalui Pengembangan Sains dan Teknologi

Jakarta-Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie secara resmi membuka Strategic Foresight and National Resilience Series, sebuah kemitraan strategis antara Universitas Pertahanan (Unhan) dan King’s College London yang bertujuan memperkuat ketahanan nasional Indonesia melalui pengembangan riset, sains, dan teknologi. Kegiatan ini digelar di Unhan, Rabu (14/1).


Dalam sambutan Wamen Stella menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kerja sama antara dua perguruan tinggi, namun kemitraan strategis nasional. Dalam konteks geopolitik, strategi keamanan dan ketahanan merupakan aset terbaik sebuah negara, bahkan sering kali menjadi aset yang paling dijaga. Wamen Stella juga menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen Indonesia dalam tatanan internasional.


“Indonesia harus berdiri di atas kaki sendiri, namun tetap memiliki peran aktif di tingkat global melalui kerja sama internasional demi kebaikan bersama. Hari ini, kita mewujudkannya bersama Inggris,” jelas Wamen Stella.


Unhan sebagai mitra dalam kegiatan ini memiliki peran penting. Menurut Wamen Stella inisiatif strategis di bidang pertahanan dan ketahanan nasional perlu berakar pada perguruan tinggi, khususnya Unhan dengan melibatkan mahasiswa, dosen, serta komunitas pertahanan Indonesia.


Namun demikian, penguatan tersebut harus diiringi dengan upaya keberlanjutan untuk memgembangkan dan memperluas kapasitas nasional, terutama melalui pembangunan sumber daya manusia serta penguatan sains dan teknologi, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo yang menempatkan penguasaan sains dan teknologi sebagai kunci daya saing bangsa.


“Bukan suatu kebetulan bahwa Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mendorong inisiatif ini, termasuk riset di bidang pertahanan. Kita harus kuat dalam riset. Kampus harus bertransformasi menjadi kampus riset. Bukan berarti pengajaran tidak penting, tetapi pengajaran harus berbasis pada riset,” tutur Wamen  Stella.


Sementara itu, Rektor Unhan, Jonni Mahroza menyebutkan bahwa kampus bukan hanya pusat pengetahuan, melainkan laboratorium pemikiran masa depan di bidang pertahanan dan keamanan. Rektor Jonni juga menambahkan bahwa melalui kegiatan, mencerminkan komitmen bersama dalam mentransformasikan kerja sama menjadi keterlibatan akademik yang bermakna, pertukaran gagasan dan perspektif, serta memperkaya kapasitas intelektual para pemimpin masa depan.


“Kerja sama antara Unhan dan King’s College London bukan sekadar kolaborasi institusional, melainkan merepresentasikan komitmen bersama untuk membina pemikiran strategis, kepemimpinan yang beretika, serta kemampuan berpikir kritis,” Jelas Rektor Jonni.


Strategic Foresight and National Resilience Series nantinya akan terdiri dari delapan rangkaian seminar yang akan dilaksanakan selama enam bulan. Pada sesi pertama akan dibuka oleh sivitas akademika Unhan dan King’s College London, Sekolah Staf dan Komando (Sesko), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Sesko Angkatan Darat, Sesko Angkatan Laut, Sesko Angkatan Udara, dan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).


Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Kemdiktisaintek

#Kampusberdampak

#Kampustransformatif



/

5

Ulas Sekarang