Mahasiswa Untirta Gencarkan Literasi Anak di Desa Tipar Raya Lewat Program LiterArt

Kampus Kita

16 September 2025 | 13.24 WIB

Mahasiswa Untirta Gencarkan Literasi Anak di Desa Tipar Raya Lewat Program LiterArt

Tangerang, 27 Juli 2025 – UNTIRTA, berkolaborasi dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, memiliki misi untuk dapat meningkatkan budaya literasi dan kecintaan terhadap membaca sejak usia dini melalui kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tematik Literasi. Salah satu kelompok yang terlibat dalam misi ini adalah Kelompok 47, yang melaksanakan kegiatan di Desa Tipar Raya, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang.

Untuk memulai program, kegiatan literasi diawali dengan pendekatan langsung mahasiswa kepada masyarakat dan perangkat desa guna menjalin komunikasi, koordinasi, dan membangun kepercayaan, serta memahami kebutuhan literasi lokal.

Setelah mendapatkan dukungan dan sambutan positif dari warga, mahasiswa mulai menjalankan berbagai program literasi, yang dikemas dalam bentuk kegiatan edukatif sekaligus menyenangkan. Salah satu program unggulan yang paling menarik perhatian masyarakat adalah Program LiterArt—serangkaian lomba dan aktivitas literasi kreatif yang dirancang untuk memperkenalkan buku dan bacaan dengan cara yang menyenangkan kepada anak-anak.

Kegiatan LiterArt mencakup lomba membaca nyaring, mengulas buku secara cerdas, serta berbagai lomba seni literasi seperti menyanyi, membaca puisi, melukis layang-layang bertema buku, hingga cerdas cermat literasi. Melalui pendekatan yang menyenangkan ini, mahasiswa berharap anak-anak akan memiliki pengalaman positif bersama buku dan tumbuh minat bacanya secara alami.

“Kegiatan LiterArt merupakan bentuk kegiatan literasi dan seni yang bertujuan membentuk generasi yang tidak hanya cakap membaca, tetapi juga mampu mengekspresikan makna secara kreatif. Kegiatan LiterArt juga menjadi sarana evaluasi terhadap rangkaian program literasi yang telah kelompok 47 laksanakan, meliputi Bacakan Saya Buku, Membaca Nyaring, Cerdas Mengulas Buku, serta proyek berbasis buku bacaan, guna mengukur pemahaman, keberanian, dan daya cipta anak-anak Desa Tipar Raya” ujar Aditiya Gunawan, sebagai Koordinator Divisi Acara LiterArt.

Tak hanya terbatas pada kegiatan anak-anak, revitalisasi perpustakaan desa menjadi salah satu program penting dalam kegiatan KKM ini. Mahasiswa melakukan pendataan ulang koleksi buku, pengelompokan berdasarkan kategori, serta penataan ruang baca agar lebih rapi, terstruktur, dan mudah diakses oleh warga desa. Langkah ini diyakini menjadi awal dari upaya menjadikan perpustakaan desa sebagai pusat literasi dan aktivitas belajar sepanjang hayat.

Dosen Pembimbing Lapangan, Sri Marlia, menyampaikan apresiasinya atas semangat dan dedikasi mahasiswa dalam menjalankan program.

“Melalui program ini, mahasiswa KKM Kelompok 47 Untirta diharapkan dapat memaksimalkan peran sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Kegiatan ini bukan hanya tugas akademik, tetapi juga bentuk nyata kontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan budaya literasi di desa,” ujarnya.

Selama pelaksanaan program, antusiasme anak-anak dan dukungan masyarakat sekitar menjadi faktor penting yang memperkuat tingkat keberhasilan kegiatan. Perangkat desa pun berharap perpustakaan yang telah direvitalisasi ini dapat terus dijaga dan dimanfaatkan oleh masyarakat, serta menjadi tempat belajar yang menyenangkan bagi generasi muda.

Kegiatan KKM Literasi Kelompok 47 ini menjadi bukti bahwa gerakan literasi tidak harus selalu dilakukan dengan cara formal dan membosankan. Dengan sentuhan kreativitas, pendekatan personal, dan semangat kolaboratif, budaya membaca dapat tumbuh dan mengakar dalam kehidupan masyarakat desa.

/

5

Ulas Sekarang