Aceh, 30 Januari 2026 Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) terus memantapkan posisinya sebagai "Kampus Berdampak" melalui aksi nyata bagi masyarakat di daerah bencana. Kali ini, inovasi solutif dihadirkan oleh mahasiswa UTM di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, dengan mengubah limbah lumpur sisa banjir bandang menjadi material bangunan bernilai guna.
Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), UTM secara resmi memberangkatkan delapan mahasiswa dan dua Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dalam program Kuliah Kerja Nyata Tematik Kemanusiaan (KKNT) Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026. Pelepasan yang berlangsung di Lobi Gedung Graha Utama UTM ini menjadi penanda dimulainya misi kemanusiaan di Desa Paya Rabo Lhok, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.
Program ini tidak berjalan sendiri. Dalam pelaksanaannya, UTM menjalin kolaborasi strategis dengan Universitas Malikussaleh (Unimal). Sinergi antar-perguruan tinggi ini difokuskan untuk membantu percepatan pemulihan wilayah pasca bencana. Desa Paya Rabo Lhok dipilih karena wilayah ini sebelumnya terdampak banjir bandang yang menyisakan endapan lumpur (sedimen) dalam jumlah besar, yang selama ini dianggap sebagai limbah tak berguna.
Melihat kondisi tersebut, Tim KKN UTM menginisiasi program unggulan: Produksi Batu Bata dari Lumpur Banjir. Mahasiswa tidak hanya membersihkan lingkungan dari endapan lumpur, tetapi juga mengolahnya menjadi material yang dibutuhkan untuk perbaikan infrastruktur desa.
Anshori SH., MH. Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat UTM, sekaligus anggota tim KKN UTM, menjelaskan bahwa program ini memiliki target produksi yang jelas dan visi keberlanjutan.
"Jadi sementara kita targetkan bisa produksi 1.000 pcs batu bata. Semoga bisa lebih banyak nanti. Jika sudah berhasil, akan ada inisiasi transfer knowledge (alih pengetahuan) ke masyarakat, sehingga masyarakat desa bisa memaksimalkan potensi limbah ini secara mandiri," ungkap Anshori.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi warga Desa Paya Rabo Lhok, sekaligus menjadi solusi murah untuk pembangunan kembali fasilitas desa yang rusak.
Kehadiran mahasiswa KKN UTM di Aceh Utara ini menjadi bukti bahwa semangat pengabdian mahasiswa Madura mampu menjangkau hingga ujung barat Indonesia, UTM semakin menegaskan identitasnya sebagai institusi pendidikan yang responsif, inovatif, dan berdampak nyata bagi persoalan bangsa.





