Mendagri Tito Karnavian Sampaikan Orasi Ilmiah di Dies Natalis ke-65 UNSRI: “Peran Perguruan Tinggi dalam Mendukung Indonesia Emas 2045”

Kampus Kita

04 November 2025 | 10.48 WIB

Mendagri Tito Karnavian Sampaikan Orasi Ilmiah di Dies Natalis ke-65 UNSRI: “Peran Perguruan Tinggi dalam Mendukung Indonesia Emas 2045”

Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D., menyampaikan orasi ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke-65 Universitas Sriwijaya (UNSRI) yang berlangsung di Auditorium Universitas Sriwijaya Kampus Indralaya, Senin (3/11/2025).

Dalam orasi ilmiahnya yang bertajuk “Peran Perguruan Tinggi dalam Mendukung Indonesia Emas 2045”, Mendagri Tito Karnavian menekankan pentingnya kontribusi perguruan tinggi dalam membentuk sumber daya manusia unggul, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan global menuju visi Indonesia Emas.

“Saya melihat bahwa peran dari Puguruan Tinggi karena SDM menjadi kunci yang paling penting. Perguruan Tinggi jelas peran yang paling kita harapkan adalah memproduksi SDM yang unggul, karena Perguruan Tinggi adalah lembaga pendidikan tertinggi. Lembaga pendidikan tertinggi kita harapkan bisa memproduksi sumber daya manusia yang terdidik, terlatih, yang akan memimpin. Terutama 4 bidang yang sekarang betul-betul lagi diperlukan STEM yaitu Science, Technology Engineering, Technik, dan Mathematics. Yang kedua juga kita harapkan adik-adik mahasiswa dan para dosen juga bisa membantu pendidikan yang di bawahnya, SMA, SMK dan lain-lain, program-program pengabdian masyarakat untuk mengajar yang lain. Riset menjadi kunci Perguruan Tinggi, kalau Perguruan Tinggi tidak kuat risetnya, tidak akan berkembang,” ujar Mendagri dalam orasinya.

Lebih lanjut, Mendagri menekankan bahwa riset merupakan kunci keunggulan perguruan tinggi. Ia menilai, tanpa riset yang kuat, perguruan tinggi tidak akan mampu berkembang dan bersaing di tingkat nasional maupun global.

“Kekuatan perguruan tinggi untuk unggul salah satunya adalah riset. Ilmu pengetahuan selalu berkembang, situasi berubah. Perguruan tinggi harus menjadi agent of change, agen perubahan, Kenapa? Karena Perguruan Tinggi berisi orang-orang yang intelektualnya baik, mungkin karakter juga baik, bisa menjadi agen untuk merubah budaya masyarakat. Masyarakat hanya bisa dirubah kalau ada agen perubahan,” Tegasnya.

Mendagri juga mendorong perguruan tinggi untuk menjadi pressure group yang konstruktif, memberikan kritik dan masukan positif terhadap kebijakan pemerintah berdasarkan data dan riset yang valid. Selain itu, ia menyoroti pentingnya peningkatan sarana, kualitas tenaga pengajar, serta kreativitas dan inovasi dalam proses pembelajaran.

“Mudah-mudahan UNSRI juga bisa memadai, kualitas dan kuantitas tenaga pengajarnya harus baik, jumlahnya cukup, kualitasnya juga bagus. Saya tahu di UNSRI banyak lulusan-lulusan luar negeri, yang dalam negeri juga banyak top-top. Harus kreatif, inovatif. Jangan menyelenggarakan proses belajar, mengajar itu-itu saja, ilmunya itu-itu saja, ilmu berkembang. Setiap dosen juga harus mengikuti terus perkembangan-perkembangan ilmu pengetahuan,” Katanya.

Mendagri juga mengingatkan agar UNSRI tidak cepat puas dengan capaian yang ada, tetapi terus berupaya meningkatkan kualitas agar dapat bersaing secara global.

Sementara itu, Rektor UNSRI, Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si. dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas kehadiran Mendagri yang juga merupakan Ketua MWA UNSRI. Ia berharap orasi ilmiah ini menjadi inspirasi bagi civitas akademika untuk terus berinovasi dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

"Dalam kesempatan ini, saya menyampaikan ucapan terimakasih yang tak terhingga kepada Bapak Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D  (Mendagri/ketua MWA) yang telah berkenan hadir dan memberikan orasi ilmiah pada upacara Dies Natalis ke-65 Univeritas Sriwijaya. Beliau selaku ketua MWA telah memberikan kontribusi besar dalam mendorong UNSRI agar dapat lebih maju sebagai PTN-BH. Sekali lagi terimakasih atas semua bantuan dan dukungannya, kami mendoakan semoga Bapak sehat walafiat dan sukses memberikan dampak positif bagi negeri dan juga bagi UNSRI," Ucap Rektor. 

Lebih jauh Rektor menyampaikan, momentum Dies Natalis ini bukan sekadar perayaan usia, tetapi juga sebuah refleksi perjalanan panjang dan komitmen untuk terus maju, menatap masa depan dengan penuh keyakinan dan semangat kebersamaan. 

"65 tahun yang lalu, pada tahun 1960, Universitas Sriwijaya resmi berdiri sebagai wujud cita-cita besar masyarakat Sumatera Selatan untuk memiliki lembaga pendidikan tinggi yang mampu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mempercepat pembangunan daerah. Dari sebuah perguruan tinggi muda di tepian Sungai Musi, kini Universitas Sriwijaya telah tumbuh menjadi universitas besar dan berpengaruh di Indonesia bagian barat, dengan dua kampus utama di Indralaya dan Palembang, serta jaringan program studi, riset, dan pengabdian yang semakin luas," Ujarnya. 

Menurut Rektor, perjalanan ini tentu tidak mudah, didalamnya ada kerja keras, pengabdian, dan semangat pantang menyerah dari para pendiri, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni. 

"Kepada seluruh pendahulu kita, marilah kita berikan penghormatan dan doa yang tulus  semoga amal bakti mereka menjadi bagian dari pahala yang abadi," Ucapnya. 

Pada Dies Natalis ke 65 Universitas Sriwijaya tahun 2025 ini mengambil tema “UNSRI Bersinergi, Berdampak untuk Negeri”. Rektor menerangkan, tema ini bukan sekadar slogan, tetapi cerminan tekad kita semua untuk menjadikan Universitas Sriwijaya semakin kolaboratif, relevan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. 

"Ada dua kata kunci dalam tema dies natalis tahun ini, yaitu bersinergi dan Berdampak. Kata kunci pertama: Bersinergi. Bersinergi dapat diartikan bekerja bersama-sama memberikan kontribusi, sekecil apapun yang dapat kita berikan. UNSRI bisa maju bukan karena satu orang, bukan karena satu kelompok, bukan karena satu golongan. UNSRI bisa maju karena kita semua. Maju bersama, saling mendukung, saling menguatkan. Seperti yang dicontohkan para pendahulu, menanggalkan ego dan perbedaan demi persatuan, kini saatnya kita melanjutkan perjuangan itu. Jangan biarkan perbedaan memecah belah kita. Jadikanlah perbedaan sebagai kekuatan, bukan kelemahan. Sinergi lebih luas dapat dilakukan dengan pihak eksternal; sinergi dengan Perguruan Tinggi lain, dengan pemerintah daerah, Industri, dll, untuk bersama-sama memecahkan masalah. 

Kata kunci kedua: Berdampak. Berdampak adalah sesuatu yang menghasilkan perubahan, perubahan yang kita harapkan adalah perubahan ke arah perbaikan. UNSRI mempunyai tanggung jawab untuk memberi kontribusi secara nyata dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh masyarakat, oleh bangsa dan negara.  Dalam upaya peningkatan kemampuan UNSRI untuk memberikan dampak positif, maka UNSRI telah dan akan terus mengupayakan pengelolaan universitas yang baik, peningkatan kualitas SDM, peningkatan sarana dan prasara, mendorong kolaborasi secara internal dan eksternal, intensifikasi & diversifikasi pendapatan, dan mendorong kesejahteraan sivitas akademika dan karyawan," Tutur Rektor. 

Diakhir sambutannya, Rektor menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap pimpinan, dosen, karyawan, mahasiswa, dan alumni Universitas Sriwijaya, dan mitra kerja serta semua pihak yang telah memberikan kontribusi dan bantuannya untuk memajukan dan mengembangkan Universitas Sriwijaya. 

Acara orasi ilmiah ini menjadi puncak rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-65 Universitas Sriwijaya. Dalam momen tersebut juga dilakukan penyerahan sertifikat rekor MURI atas Peluncuran Buku Ilmu Hukum Terbanyak yang diterbitkan oleh Fakultas Hukum UNSRI.

Acara orasi ilmiah ini turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Dr. Drs. Agus Fatoni, M.Si) Gubernur Provinsi Sumsel (Dr. H. Herman Deru) Pimpinan DPRD Provinsi Sumsel dan Anggota, Perwakilan Pangdam II Sriwijaya, Perwakilan Kapolda Sumatera Selatan, Bupati/Walikota se-Sumsel atau yang mewakili  Pimpinan DPRD Kabupaten/Kota beserta anggota, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sumsel, Ketua, Sekretaris, dan seluruh anggota MWA UNSRI, Ketua, Sekretaris dan Seluruh Anggota Senat Universitas Sriwijaya, Ketua dan Anggota Komite Audit UNSRI,Ketua dan anggota Satuan Pengawas Internal UNSRI, Seluruh Guru Besar Universitas Sriwijaya, Para Pimpinan UNSRI yaitu, Wakil Rektor, Sekretaris, Dekan, Direktur. Selain itu dihadiri juga oleh Dosen, Tendik, Mahasiswa di lingkungan Universitas Sriwijaya, dan para tamu undangan lainnya. (Humas_UNSRI)


DiktisaintekBerdampak

mendagri

/

5

Ulas Sekarang