Mendiktisaintek Berikan Arahan Kepada Delegasi Indonesia di Nobel Laureate Meetings 2026

Kabar

25 Juni 2026 | 15.45 WIB

Mendiktisaintek Berikan Arahan Kepada Delegasi Indonesia di Nobel Laureate Meetings 2026

Jakarta-Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong delegasi Indonesia yang akan mengikuti Lindau Nobel Laureate Meetings (LNLM) 2026 untuk memanfaatkan forum bergengsi tersebut sebagai sarana membangun jejaring internasional, memperluas wawasan keilmuan, dan memperkuat budaya riset yang berorientasi pada kontribusi bagi kemanusiaan, Kamis (25/6).


Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menyampaikan bahwa para peserta yang terdiri dari dosen muda dan peneliti muda terpilih merupakan representasi talenta terbaik Indonesia yang berpotensi untuk berkontribusi di tingkat global.


Mendiktisaintek menegaskan bahwa keikutsertaan dalam LNLM bukan sekadar menghadiri pertemuan ilmiah internasional, melainkan kesempatan strategis untuk belajar langsung dari para peraih Nobel dan membangun kolaborasi dengan komunitas ilmiah dunia.


"Bangun network internasional yang solid. Ambil sebanyak mungkin ide yang bisa Anda kembangkan di Indonesia ketika teman-teman semua akan kembali di Indonesia," pesan Menteri Brian kepada para delegasi.


Menurut Menteri Brian, Nobel Laureate merupakan penghargaan paling prestisius di dunia sains dan teknologi yang diberikan kepada individu yang menghasilkan kontribusi luar biasa bagi kemanusiaan. Karena itu, para peserta perlu memahami bahwa pencapaian besar dalam dunia riset lahir dari dedikasi jangka panjang, bukan sekadar mengejar penghargaan.


Menteri Brian juga menekankan pentingnya membangun karakter peneliti yang memiliki rasa ingin tahu tinggi, menikmati proses penemuan ilmiah, serta berkomitmen menghasilkan riset yang fundamental dan berdampak luas.


Mendiktisaintek optimis bahwa ilmuwan Indonesia memiliki peluang untuk mencapai prestasi tertinggi di dunia sains apabila mampu menjaga konsistensi dan kualitas riset dalam jangka panjang.


Lebih lanjut, Menteri Brian menyoroti pentingnya penguatan program pengembangan talenta, termasuk pengalaman riset internasional dan postdoctoral di pusat-pusat keunggulan dunia. Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi salah satu jalur strategis untuk meningkatkan kapasitas peneliti Indonesia dan memperluas jejaring kolaborasi global.


Dalam kesempatan tersebut, Menteri Brian juga mengapresiasi peran dosen, pembimbing, dekan, serta pimpinan perguruan tinggi yang telah mendukung proses pembinaan para delegasi hingga terpilih mengikuti LNLM 2026.


Para peserta diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan langka tersebut untuk belajar dari para ilmuwan terbaik dunia sekaligus membangun hubungan dengan sesama peneliti muda dari berbagai negara yang berpotensi menjadi mitra kolaborasi strategis di masa depan.


"Ini perjalanan yang sangat luar biasa, kesempatan yang sangat langka, bertemu dan belajar dari orang-orang yang betul-betul sudah memiliki dedikasi yang luar biasa, serta sudah memberikan kontribusi yang sangat luar biasa untuk kemajuan kemanusiaan," tutup Menteri Brian.


Dalam pertemuan yang digelar secara hybrid tersebut, turut dihadiri oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Jerman, Abdul Kadir Jailani. Dubes Abdul Kadir menyampaikan bahwa keikutsertaan delegasi Indonesia pada acara tersebut merupakan bukti nyata talenta muda Indonesia dapat bersaing di kanca global.


“Yang paling penting ketika kembali ke Indonesia tolong bagikan cerita dan pengetahuan, pengalaman serta semangat anda kepada mahasiswa, peneliti muda karena keberhasilan teman-teman milik kita semua bangsa Indonesia,” tutup Dubes RI untuk Jerman.


Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek
#Kampusberdampak


/

5

Ulas Sekarang