Jakarta - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong generasi muda Indonesia untuk mengembangkan karakter patriotik, gigih, dan berempati sebagai bekal dalam berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Ketiga karakter yang juga menjadi tema peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tersebut, perlu diwujudkan melalui karya nyata yang mampu bersaing dan memperoleh pengakuan di tingkat dunia.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menegaskan bahwa kemajuan suatu bangsa tidak dapat dicapai dengan usaha seadanya. Indonesia perlu memiliki ambisi besar, target yang jelas, serta semangat untuk meningkatkan daya saing agar mampu menjadi negara maju.
“saya selalu bilang bahwa tidak ada bangsa-bangsa di dunia yang menjadi bangsa yang maju, dengan sekedarnya saja,” tegas Menteri Brian.
Mendiktisaintek juga menggambarkan tantangan tersebut melalui perbandingan pendapatan per kapita. Dalam penjelasan, Menteri Brian menyebut angka sekitar 15.000 dolar AS per kapita sebagai ilustrasi pendapatan negara maju, sementara Indonesia masih berada di kisaran 5.000 dolar AS per kapita. Dengan demikian, diperlukan peningkatan hingga tiga kali lipat dari angka yang disebutkan untuk mencapai tingkat tersebut.
“Kalau kita sekarang masih 5 ribu, jadi langsung naik 3 kali lipat dari sekarang. Gampangnya begitu. Kalau kita naik 3 kali lipat, kalau kita lihat seluruh bangsa-bangsa itu berhasil keluar dari kondisi itu tidak lain, tidak bukan harus ambisius,” ungkap Mendiktisaintek dalam kegiatan Indonesia Youth Summit di Taman Ismail Marzuki (TIM), Rabu (29/10).
Mendiktisaintek juga menyebutkan Indonesia perlu membangun kepercayaan diri sebagai bangsa besar, dan tidak merasa rendah diri ketika melihat kemajuan negara lain. Semangat untuk bersaing dan mencapai keberhasilan, perlu ditumbuhkan agar Indonesia mampu menghasilkan karya yang membanggakan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menteri Brian juga menekankan bahwa patriotisme tidak cukup hanya diwujudkan, melalui rasa cinta terhadap tanah air. Patriotisme perlu tercermin dalam kemampuan generasi muda menghasilkan karya yang dapat dibanggakan, sebagai identitas dan pencapaian bangsa Indonesia.
“Jadi nasionalis ke depan itu adalah patriotik ke depan. Itu adalah bagaimana kita bisa membawa karya-karya anak bangsa di tingkat dunia,” tutur Mendiktisaintek.
Lebih lanjut, Menteri Brian mengingatkan bahwa karakter patriotik, gigih, dan berempati harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar menjadi slogan. Generasi muda diharapkan mampu menerjemahkan nilai-nilai tersebut menjadi karya besar yang memberikan manfaat dan memperoleh pengakuan luas.
“Saya yakin, apa pun yang terjadi, kalau kita punya tiga karakter ini, maka anak-anak muda akan mencapai titik berhasil,” pungkas Mendiktisaintek.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak





