Mendiktisaintek Hadiri Equator Architecture Forum di Universitas Tanjungpura: Ajak Arsitek Masa Depan Berinovasi

Kabar

16 September 2025 | 20.41 WIB

Mendiktisaintek Hadiri Equator Architecture Forum di Universitas Tanjungpura: Ajak Arsitek Masa Depan Berinovasi

Pontianak- Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menghadiri Equator Architecture Forum (EAF) 2025 yang diselenggarakan di Universitas Tanjungpura (Untan). Forum strategis ini mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, serta pembuat kebijakan untuk mendorong lahirnya inovasi arsitektur berkelanjutan, khususnya di wilayah khatulistiwa, Selasa (16/9).

Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara tiga asosiasi penting, yaitu Asosiasi Pendidikan Tinggi Arsitektur Indonesia (APTARI), Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), dan Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI). Dengan tema “Sinergi Pendidikan Arsitektur yang Unggul, Terpercaya, dan Merdeka”. Forum yang diikuti lebih dari 400 peserta ini, disiarkan secara langsung sehingga dapat diakses berbagai daerah di Indonesia.

Dalam arahannya Menteri Brian menegaskan bahwa forum ini selaras dengan arah pembangunan nasional yang menekankan pentingnya sains, teknologi, dan kreativitas dalam menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju negara maju.

“Arsitektur bukan hanya tentang bangunan, tetapi tentang bagaimana kita menciptakan ruang hidup yang inklusif, berkelanjutan, dan adaptif terhadap tantangan global. Melalui kolaborasi perguruan tinggi, profesi, dan industri, kita bisa menjadikan kampus sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis riset dan inovasi,” ujar Menteri Brian.

Forum ini juga diharapkan menjadi ruang aktualisasi generasi muda arsitek Indonesia untuk berinovasi dalam menjawab isu lingkungan, budaya lokal, dan kebutuhan pembangunan daerah. Berbagai agenda pendukung seperti lokakarya, pameran material lokal, dan lomba desain bangunan ramah lingkungan, digelar untuk membuka ruang kreasi dan kontribusi nyata.

Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Gunawan Cahyono menekankan pentingnya memperkuat ekosistem arsitektur yang berpijak pada nilai lokal namun berpandangan global.

“Arsitek masa depan harus mampu menggabungkan kearifan lokal dengan teknologi modern. Kehadiran forum ini membuktikan bahwa profesi arsitektur bukan hanya tentang estetika, tetapi juga tentang kontribusi nyata bagi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Gunawan.

EAF 2025 menjadi momentum penting bagi Kalimantan Barat sebagai living laboratory arsitektur tropis. Dengan dukungan perguruan tinggi, asosiasi profesi, dan pemerintah, diharapkan forum ini mampu melahirkan gagasan segar serta jejaring kolaboratif yang memperkuat peran Indonesia dalam peta arsitektur global.

Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

#DiktisaintekBerdampak #DiktisaintekSigapMelayani #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif

/

5

Ulas Sekarang